CILEGON – Sepanjang tahun 2015 hingga Mei, Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon sudah mendeportasi 15 orang ekspatriat di Kota Cilegon. Sebelumnya, tahun 2014 lalu ada sebanyak 45 orang.

Kasie Pengawasan dan Penindakan (Wasdakin) Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Azhan Miraza mengatakan, masih minimnya kesadaran ekspatriat akan pentingnya administrasi keimigrasian menjadi persoalan yang mendominasi hingga akhirnya langkah deportasi itu ditempuh.

“Kalau tahun 2015 ini, hingga bulan Mei lalu, sudah ada 15 WNA yang kita deportasi. Umumnya deportasi itu dilakukan karena mereka telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal, visa, bahkan ada juga yang karena persoalan overstay. Sayangnya, mereka terlambat bahkan tidak melapor. ” ujarnya saat ditemui dikantornya, Jumat (26/6/2015).

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Herdaus menambahkan, langkah deportasi itu adalah putusan akhir yang ditempuh pihaknya setelah melakukan kajian yang matang dan mengacu pada Undang Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Pendeportasian itu juga dapat berdasarkan rekomendasi dari pihak pihak tertentu, tapi tetap kita akan lakukan kajian bila WNA yang bersangkutan memenuhi syarat telah melakukan pelanggaran, baru bisa kita deportasi,” katanya. (Devi Krisna)