PANDEGLANG – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati – Tanto W Arban menjadi pelapor dana terbesar pertama, yaitu sebesar Rp10,650 juta, disusul pasangan Romlah-Yan Riadi Rp5,2 juta dan pasangan Aap-Dodo Rp100 ribu. Hal ini diperoleh dari data Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) yang dikirimkan pasangan calon ke KPU Kabupaten Pandeglang, Jum’at (28/8/2015).

Ketua KPU Kabupaten Pandeglang Ahmad Suja’i kepada radarbanten.com mengatakan, ketiga pasangan calon dinyatakan telah memenuhi syarat dalam LADK. Sesuai ketentuan pasal 26 PKPU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Sesuai dalam tahapan pilkada pasca pengundian nomor urut para pasangan calon wajib menyerahkan laporan dana Kampanye. Pada Rabu kemarin ketiga pasangan sudah menyerahkan sesuai dengan ketentuan,” kata Suja’i.

Suja’i menjelaskan, laporan tersebut masih bisa berubah seiring dengan jadwal kampanye yang akan dilaksanakan hingga 5 Desember 2015 mendatang. Nantinya, setiap pasangan harus melaporkan kembali dana kampanyenya pada 15 Oktober dan 6 Desember.

“Untuk memastikan apakah laporan tersebut dimanipulasi atau enggak, itu menjadi kewenangan tim dari Kantor Akuntan Publik,” jelasnya.

Suja’i mengungkapkan bahwa sebagian besar dana kampanye yang dilaporkan masih berasal dari dana pribadi pasangan calon, sedangkan dana hasil sumbangan hanya sebagian kecil.

Selain dari perserta Pilkada, sumber dana kampanye juga bisa dilakukan oleh jalur perseorangan dan kelompok yang berbadan hukum, namun untuk perseorangan hanya bisa memberi sumbangan masimal sebesar Rp50 juta dan dari jalur kelompok dibatasi maksimal senilai Rp500 juta. (Fauzan Dardiri)