SERANG – Hingga saat ini sanitasi buruk masih menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan di sejumlah daerah di Banten Selatan. Jamban yang layak dan air bersih menjadi persoalan yang masih membelit kehidupan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Dewan Perewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten daerah pemilihan Pandeglang Thoni Fathoni Mukhson. Menurutnya, hal tersebut dijumpainya saat melakukan reses beberapa waktu lalu.

“Di Bansel sepertk Mandalawangi, Cibaliung, Cigelis, Cimanggu, rasionalisasi MCK 50 banding tiga. Dari 50 rumah hanya tiga yang memiliki jamban,” ujar Thoni kepada Radar Banten Online, Minggu (13/8).

Sisanya, lanjut Thoni, masih melakukan aktifitas buang air besar dan kecil di kebun, hutan, dan sungai.

Perilaku seperti itu tentu tidak sehat, karena bakteri yang bisa menyebabkan penyakit yanh terdapat di kotoran tersebut bisa menyebar kemana-mana sehingga mengancam kesehatan masyarakat. Diare menjadi salah satu penyakit yang bisa ditimbulkan dari gaya hidup tidak sehat tersebut.

Karena itu, menurutnya, penyediaan fasilitas MCK serta fasilitas air bersih diperlukan untuk menekan prilaku tersebut. Ada beberapa titik air bersih yang bisa ditampung dan kemudian disalurkan kepada masyarakat sekitar. “Itu penting sekali,” ujar Thoni. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)