LEBAK – Tadi malam, ribuan atau mungkin puluhan ribu masyarkat yang mendatangi Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak, yang datang untuk menikmati rangkaian acara ritual Seren Taun disuguhkan empat panggung hiburan sekaligus. Seperti hendak mengantar ribuan masyarkat tersebut ke acara puncak ritual yang berjalan hari ini, Minggu (6/9/2015) keempat panggung yang diisi dengan hiburan jaipong, dangdut dan rege, terus menghibur hingga pagi buta menjelang.

Sudah pasti, keempat panggung hiburan tersbut berada berjajar, meski tidak terlalu jauh satu sama lain, namun panggung-pangung tersebut di empat lokasi yang bisa menampung masyarakat banyak dan bisa dinikmati oleh masyarakat yang sedang mengunjungi bazar.

Entah sejak pukul berapa penari jaipong telah bergoyang dan sindennya melengking menyanyikan tembang-tembang jaipongan sembari diiringi dentuman gendang dan gamelan di dua panggung mulai menghibur masyarakat.

Entah dari sejak pukul berapa juga para band rege dan nona nona cantik penyanyi dangdut ikut serta juga menghibur para pengunjung yang datang. Dari keterangan sejumlah pengunjung, katanya hiburan-hiburan tersebut sudah dimulai sejak selepas magrib.

Jeny Ansori (26), laki-laki asal Sukabumi, Jawa Barat mengaku sudah datang ke Cisungsang ini sejak tiga hari yang lalu. Beruntung laki-laki yang datang bersama istrinya tersebut mempunyai saudara yang tinggal di Desa Cisungsang.

“Saya datang dari hari Rabu, ini tahun pertama saya lihat Seren Taun saya sengaja datang sama istri sekalian liburan,” kata Jeny saat ditemui radarbanten.com tadi malam di area panggung hiburan rege.

Jony mengaku tidak menyangka acara pesta rakyat semeriah ini. Menurut Jony yang juga seorang pelayar ini pesta rakyat termeriah yang dia tahu. “Amazing, gak nyangka rame banget, ada bazar, banyak hiburannya juga,” ujarnya dengan penuh antusias.

Komentar yang tidak kalah baik jiga keliar dari Nia Selfia (24), perempuan berambut lurus asal Pelabuhan Ratu ini yang juga pertama kali datang ke Cisungsang mengaku tidak menyangka rangkaian acara pesta rakyat semeriah ini.

“Rame banget, gak nyangka serame ini, kalau ada kesempatan tahun besok kesini lagi deh,” kata Nia.

Rangkaian hiburan penghantar ritual puncak seren taun tersebut ditutup dengan penampilan ubrug, yang terbukti masih bisa membuat penonton tertawa ngakak meski pada saat itu sudah mendekati azan subuh. (Bayu)