SERANG – Demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Gampar) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (3/9/2015), berakhir ricuh. Ratusan polisi dari Kepolisian Daerah Banten memaksa mundur mahasiswa dengan water canon.

Pantauan radarbanten.com di lokasi, dalam memukul mundur mahasiswa, polisi melakukan dua kali serangan. Pertama, polisi memaksa mahasiswa mundur dengan water canon dan polisi berseragam pengamanan lengkap. Kedua selain dengan water canon dan polisi berseragam pengamanan lengkap, polisi pun menurunkan pasukan menggunakan sepeda motor dan dua ekor anjing.

Pada serangan pertama, polisi berhasil membuat mahasiswa mundur hingga beberapa puluh meter dari pusat awal aksi yaitu di depan gerbang Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Serangan kedua, polisi memaksa mahasiswa mundur hingga lampu merah Palima.

Pantauan di lokasi, aksi dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terelakan. Bahkan, sejumlah mahasiswa nampak tersungkur ke tanah akibat terkena water canon.

Untuk diketahui, dalam aksi yang dijaga ketat oleh ratusan aparat kepolisian tersebut, mahasiswa menuntut agar Pemprov Banten bisa mengoptimalkan dana APBD, pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di Provinsi Banten. Bentrokan berawal adanya aksi dorong antara mahasiswa dan polisi. (Bayu)