SERANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad mempertanyakan kinerja Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang terkait masih banyaknya pengemis dan anak jalanan (anjal) di jalan protokol Kota Serang.

Padahal Kota Serang sudah mempunyai Perda tentang Penyakit Masyarakat yang mengatur pengendalian pengemis dan anak jalanan. “Jadi sebetulnya tinggal penegakannya saja dari Satpol PP sebagai penegak perda,” kata Ridwan melalui sambungan telpon seluler, Kamis (9/7/2015).

Ridwan mengatakan, bila berkaca pada Kota Surabaya, di tiap pos sahabat anak yang ada di persimpangan jalan, Satpol PP selalu berjaga. Bila menemukan ada pengemis atau anak jalanan maka langsung ditangkap. “Sebenarnya ini bisa diterapkan oleh Satpol PP Kota Serang. Terkait pos sahabat anak yang tidak mau diterima, Dinsosnya terlalu banyak alasan. Kalau ada good will yang kuat pasti bisa,” kata Ridwan.

Selain itu, Ridwan juga meminta Dinsos Kota Serang untuk merealisasikan pembangunan rumah singgah sebagai tempat penampungan penyandang masalah sosial. Sebab selama ini ketiadaan rumah singgah selalu menjadi alasan tidak maksimalnya pembinaan pada penyandang masalah sosial seperti pengemis.

“Tentu selanjutnya Dinsos harus bekerja sama dengan SKPD lain guna membuat program pemberdayaan masyarakat, agar mereka (penyandang penyakit masyarakat-red) tidak kembali ke jalan dan menjadi berdaya,” katanya. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN