CILEGON – Ahmad Fauzi alias Ozi (31) tidak pernah menyangka bila ajakan kakak iparnya Ahmad Bilal Mukab (32) untuk main ke Sol Elite Marbella, Anyer, berujung berurusan dengan polisi. Pedagang batu akik di Anyer ini mengaku, dirinya diajak bertemu oleh kakak iparnya yang pada saat itu sudah berada di kamar hotel. “Saya waktu itu lagi ngampar, jualan batu akik. Saya ditelpon kakak disuruh ke hotel, nggak nyangka tahu-tahu malah diajak nyabu,” ujar Ozi saat menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba Polres Cilegon, Jumat (24/4/2015).

Warga Kampung Rahayu, Desa Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, ini mengaku, tidak menampik saat ajakan menikmati barang haram itu ditawarkan kakak iparnya. “Saya baru kali ini pakai (sabu sabu-red). Barangnya juga nggak tahu dari mana,” katanya.

Di tempat yang sama, kendati sempat meringkuk di tahanan dengan kasus yang sama, Bilal membantah dirinya sebagai pengedar. “Saya cuma pemakai. Saya baru dua kali beli. Sepaket saya beli Rp700 ribu,” ujar pengusaha ternak ayam potong ini.

Bilal mengungkapkan, sabu itu ia peroleh dari Ipul melalui hubungan telpon. “Saya transaksi sabu itu, uangnya saya transfer dulu. Setelah itu, barang saya ambil di bak sampah di daerah Kepandean, Serang,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kedua pelaku berhasil diringkus oleh petugas Satresnarkoba Polres Cilegon di salah satu kontrakan di Lingkungan Ketileng Timur, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Keduanya tak berkutik, setelah polisi mendapati barang bukti berupa bungkus dan pipet di dalam pot depan kamar hotel, sisa pakai kedua pelaku.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Cilegon, AKP Wahyu Diana mengatakan pola transaksi dan pemakaian barang haram oleh kedua pelaku diduga adalah upaya untuk mengelabui petugas. Dijelaskannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara. “Bagi pengedar kita kenakan pasal itu. Sedangkan, khusus untuk pemakai, kita kenakan juga pasal 127 ayat 1 huruf a,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN