SERANG – Pakar ilmu politik dan pemerintahan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Gandung Ismanto melihat Plt Gubernur Banten Rano Karno sebagai politisi instant. Hal tersebut dilihat dari latarbelakangnya yang bukan kader partai murni dan belum pernah memimpin partai politik.
“Saat pencalonan Wagub, Rano dipilih bukan karena kemampuan politiknya tapi karena latar keartisannya yang efektif untuk menarik suara,” ungkap Gandung kepada radarbanten.com, Jumat (13/3/2015).

Oleh karena itu, menurut Gandung, dalam memilih wakilnya nanti Rano lebih membutuhkan kalangan teknokrat dan birokrat yang tidak mempunyai orientasi politik tapi berorientasi kepada pemerintahan yang sangat memahami Banten, dan mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat Banten. “Jika diambil dari parpol, pada akhirnya Rano akan tertekan oleh kepentingan politik. Melihat kondisi Banten saat ini, memilih wakil dari kalangan teknokrat dan birokrat merupakan solusi yang baik untuk memperbaiki pemerintahan,” papar Gandung.

Kata Gandung, Rano tidak cukup memiliki pengetahuan, kapasitas, dan pengalaman memimpin pemerintahan meskipun dia pernah menjadi wakil bupati untuk memimpin Banten dengan sekian banyak masalah yang diwarisi Atut. Dan itu harus disadari oleh Rano. “Dan dia harus mencari kaki tangan yang bisa mengisi kekurangannya tersebut,” ujar Gandung.

Saat ditanya nama yang cocok untuk mendampingi Rano, Gandung menyebut nama mantan Wagub Banten HM Masduki dan Asmudji HW. “Mereka adalah orang yang bertangan dingin, asli Banten, dan paham mengenai seluk beluk Banten dan pemerintahannya. Kalau pun bukan mereka, cari yang modelnya sama seperti mereka,” tegas Gandung. (Bayu)

BAGIKAN