CILEGON – Rachmatullah Ramidin, Ketua Karang Taruna Cilegon periode 2015 – 2020 menyatakan, organisasi kepemudaan itu harus kembali ke fitrahnya, yakni bergerak pada ruang sosial kemasyarakatan, dan tidak terlibat dalam politik praktis.

“Saya tegaskan kepada teman-teman, bahwa Karang Taruna tidak terjun pada politik praktis. Karena ini tahun politik, sepenuhnya saya serahkan pada pilihan pribadi masing-masing, namun tidak secara organisasi mendukung salah satu kandidat calon Walikota ke depan,” ujarnya kepada sejumlah awak media usai dilantik oleh Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Selasa (3/3/2015), di Aula DPRD Cilegon.

Dirinya mengaku tidak segan-segan akan memberikan sanksi bagi anggota yang terang-terangan mengusung nama organisasi untuk memenangkan salah seorang kandidat.

“Kita akan mengingatkan, tapi kalau sudah dalam batas tidak wajar, kami akan berikan sanksi sampai pemberhentian,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang dikonfirmasi terkait dengan netralitas Karang Taruna Cilegon itu, mengatakan, “Kalau individunya kan boleh boleh saja (mendukung). Kalau individunya mau mendukung calon (Walikota) yang lain juga boleh, bebas. Demokrasi sebebas-bebasnya saja. Rakyat bebas kok memilih pemimpin,” katanya. (Devi Krisna)