SERANG – Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Banten Teddy Rukman memastikan tidak akan ada kebocoran soal UN. Pasalnya, selain dijaga ketat pihak kepolisian, soal dibuat lima jenis dengan barcode yang berbeda-beda.

“Jika tahun ini ada yang mengaku mempunyai bocoran soal, itu bohong. Itu hanya pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ujian nasional,” papar Teddy kepada radarbanten.com, Selasa (7/4/2015).

Teddy menjelaskan, dengan sistem barcode seperti ini, menjadi kesulitan tersendiri bagi pihak yang tidak bertanggung jawab dalam mengambil keuntungan. Pasalnya setiap barcode memiliki soal yang berbeda dengan barcode lainnya. “Jika ada yang mengaku mempunyai kunci jawaban, tanya barcodenya, karena barcode tersebut hanya terbaca oleh sistem komputer,” tambahnya.

Selain itu, waktu pendistribusian soal yang singkat, yaitu dua hari sebelum pelaksanaan UN pun menjadi salah satu penghambat bagi mereka yang hendak curang.

Berkaca dari kejadian UN tahun sebelumnya yang banyak diterpa isu kebocoran soal, Teddy berharap baik siswa maupun sekolah tidak mudah percaya dengan seseorang yang mengaku memiliki kunci jawaban soal, karena pada kasus tahun sebelumnya terbukti kunci jawaban tersebut bukan merupakan kunci jawaban soal UN tahun tersebut, tapi tahun yang sebelumnya.

Dilanjutkan Teddy, jika tahun ini kembali ada pihak atau oknum yang mengaku mempunyai kunci jawaban, diharapkan untuk segera dilaporkan kepada penegak hukum, karena hal tersebut sudah melanggar hukum. “Hukumannya saya tidak tahu pasti tapi yang jelas sudah bisa dipidanakan,” papar Teddy.

Teddy pun berharap kepada siswa untuk tidak panik menghadapi UN tahun ini, kemudian kepada sekolah, diharapkan bisa menciptakan suasana rilex agar siswa tidak merasa terbebani. (Bayu)

BAGIKAN