CILEGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon masih menunggu hasil uji lab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan yang dialami puluhan warga Lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, beberapa waktu lalu. “Seharusnya hasil lab itu sudah kita peroleh Selasa (14/4/2015) kemarin. Tapi sampai hari ini saya belum dapat laporannya dari staf saya, kita tunggu saja. Dan kebetulan saat ini saya sedang mengikuti Raker Kesda tingkat provinsi di Serpong,” ujar Kepala Dinkes Cilegon Arriadna kepada radarbanten.com melalui sambungan telpon, Rabu (15/4/2015).

Diketahui, Dinkes telah mengamankan dua sampel makanan untuk uji lab. Untuk pempek dan tekwan, yang diduga sebagai makanan penyebab keracunan, diserahkan ke laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sampel muntahan korban yang dilakukan uji lab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). “Disperindagkop juga menunggu hasil uji lab itu. Karena ini menyangkut bahan makanannya. Kita kan belum tahu penyebabnya, bisa jadi dari bahan makanan yang dijual oleh pedagang sudah tidak layak ataupun sudah kadaluarsa,” sambungnya.

Terkait dengan nilai alokasi Dana Tak Terduga (DTT) yang akan digunakan pihaknya untuk korban, kata dia, hingga saat ini pihaknyapun masih menunggu kabar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. “Apa yang mau diklaim? biaya penanganan korban belum direkap oleh RSUD. Nanti kalau sudah direkap, barulah dapat kita cairkan (DTT-red). Intinya kita hanya mengcover korban yang tidak memiliki jaminan kesehatan saja,” jelasnya.(Devi Krisna)