SERANG – Hari ini Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten melayangkan surat protes dan keberatan kepada Ketua DPRD Provinsi Banten, Asep Rahmatullah, terkait sikapnya yang tidak menyebutkan nama mantan gubernur Ratu Atut Chosiyah pada pembukaan paripurna istimewa HUT Provinsi Banten, 4 Oktober lalu.

Menanggapi hal tersebut, Asep menilai yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar tersebut merupakan hal biasa dan wajar. “Itu kan bentuk kritikan dari Partai Golkar, jadi wajar saja,” kata Asep, Senin (12/10/2015).

Atut Tak Disebut dalam Paripurna Menantu Naik Pitam

Terkait tidak disebutnya nama Atut pada paripurna tersebut Asep mengatakan itu bukan unsur kesengajaan namun bentuk kelengahan Bagian Persidangan yang menyiapkan naskah pengantar. “Dengan kritikan ini, berarti ke depan bagian persidangan haru teliti dan lebih hati-hati lagi, nanti itu akan kita sampaikan kepada bagiannya,” pungkas Asep.

Pada kesempatan itu, Asep menegaskan, bahwa tidak ada unsur politis seperti yang dituduhkan Partai Golkar atas tidak disebutkannya nama Atut tersebut. “Ini murni kelengahan, biasanya saya periksa, tapi karena saya pikir rapat paripurna ini bukan untuk mengambil keputusan saya periksanya tidak terlalu teliti,” pungkas Asep.

Untun diketahui, siang tadi sejumlah anggota DPRD dari partai Golkar seperti Fitron Nurikhsan, Suparman, Hartono, mendatangi ruang kerja Asep Rahmatullah untuk melayangkan surat protes tersebut. (Bayu)