Disambangi Yhannu, Warga Ngadu Masalah Kesehatan dan Lapangan Kerja

SERANG – Bakal calon Walikota Serang Yhannu Setyawan menyambangi Lingkungan Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kamis (10/8) malam. Kunjungan tersebut untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Saat berdialog, warga menyampaikan aspirasinya setelah Yhannu membuka perbincangan. Tokoh masyarakat Legok, Mulyadi menyampaikan berbagai masalah di lingkungan tersebut. Di antaranya, masalah kesehatan dan kurangnya lapangan pekerjaan. “Banyak warga di sini yang belum terkover BPJS, khususnya mereka yang masuk kategori miskin,” katanya.

“Saya melihat, lapangan pekerjaan belum terbuka lebar, padahal banyak pemuda di sini yang cukup punya keterampilan. Sayang belum ada pembinaan yang cukup,” sambung Mulyadi.

Ketua Pemuda Legok Hendri juga menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, Kota Serang semakin terjadi penyempitan lapangan sarana olahraga. Karenanya banyak lapangan bola yang kini berganti bangunan. “Kami dari pemuda berharap ada lapangan bola dan taman yang bisa dijadikan tempat rekreasi,” ujarnya.

Mendengar itu, Yhannu Setyawan mengatakan, warga Kota Serang sebenarnya punya kemampuan dan keterampilan. Buktinya, setiap pagi ratusan warga hilir mudik ke Jakarta untuk mencari nafkah. “Kita semua punya keterampilan, sayang belum ada kesempatan. Ini yang akan kami lakukan dengan membuka kesempatan kerja,” katanya.

Mantan Penjabat Dekan Universitas Mathlaul Anwar ini mengatakan, kedatangannya untuk membangun silaturami sekaligus mendengar dan melihat secara langsung masalah yang ada. “Inilah pentingnya pemerintah hadir, datang langsung memastikan masalah yang ada di masyarakat sehingga tidak hanya tahu dari berkas laporan,” katanya.

Menurutnya, pemeritah harus membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Melibatkan masyarakat berpartisipasi secara aktif dan kritis dalam proses pembangunan. “Salah satu visi menuju masyarakat informatif, artinya masyarakat harus tahu apa yang akan dikerjakan pemerintah. Semuanya harus dikelola dengan transparan sehingga masyarakat tahu dan terlibat aktif,” ujarnya.

Misalnya, kata Yhannu, anak-anak akan masuk sekolah, maka orang tua siswa harus tahu semua aturan yang berlaku di sekolah. “Misalnya gratis kenapa masih ada yang dimintai pungutan, ini harus juga dikasih tahu, dijelaskan secara transparan. Caranya dengan berdialog di forum komite sekolah yang melibatkan wali murid,” katanya.

Berkaitan dengan pembangunan kesehatan. Kata dia, posyandu plus sebagai upaya preventif kesehatan harus digalakkan. Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan statusnya harus ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap sehingga menjangkau masyarakat hingga pelosok. “Pemerintah juga harus hadir memberikan pelayanan prima. Misalnya dengan memberlakukan Jamkesda non BPJS untuk mengkover orang tidak mampu,” ujarnya.

Selanjutnya pemerintah harus bisa memastikan kesempatan kerja bagi warganya terbuka lebar. Caranya, dengan menyiapkan regulasi yang memastikan setiap lapangan usaha memanfaatkan tenaga kerja lokal yang didukung dangan center data kompetensi calon pencari kerja. “Sebagai basis usaha, center UMKM juga harus dihidupkan. Karena ini yang sangat prinsip. Masyarakat terberdaya dan mandiri menjalankan usaha sebagai penopang kemandirian ekonomi berbasis masyarakat,” jelasnya.

Di akhir acara, Yhannu menyerahkan spanduk sosialisasi pencalonannya di pesta demokrasi lima tahunan di Ibukota Provinsi Banten. Masyarakat Legok pun mengaku senang karena ada calon yang mau turun ke lapangan. “Kami senang, Pak Yhannu yang sudah jadi pejabat di negara masih mau turun mendengar kami. Kami mendoakan dan berharap Pak Yhannu diberi kemudahan dalam pencalonannya,” kata Hendri sebelum acara berakhir. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)