SERANG – Pemerintah Kota Serang, akan tetap memaksakan menegakkan pengaturan trayek yang selama ini terlihat semraut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Syafrudin kepada wartawan, menyikapi masih berjalannya mogok operasi yang dilakukan oleh sopir angkutan umum trayek Serang – Cilegon, Selasa (4/8/2015).

“Kalau misalkan kita memberikan toleransi, sama saja bohong. Kalau kita nunggu perbaikan terminal, itu hanya sekedar alasan sopir saja. Saya kira semua pihak, berharap angkutan dari luar kota tidak masuk ke dalam kota,” kata Syafrudin.

Syafrudin beralasan, pihaknya mengambil langkah saat ini, dikarenakan kalau tidak dimulai dari hari ini mau kapan lagi, ditambah perkembangan kendaraan Kota Serang sangat pesat sekali.

“Dan bila ini dilakukan, maka ke depan akan ada perbaikan terhadap terminal Kepandean, yang saat ini masih baru sebatas, pengaspalan masuk terminal yang luasnya 1 Hektar,” kata Syafrudin.

Berkaitan dengan hal tersebut, bersikeras, angkutan umum trayek Serang – Cilegon harus masuk ke terminal Kepandean, bukan Pocis dan Pasar Rau. “Tentu kami akan tegas melakukan ini, karena ini upaya kita memperbaiki jalur transportasi dalam Kota. Dan ini merupakan tanggung jawab Dishubkominfo provinsi. Secara tertulis, melalui telpon juga sudah dilakukan, namun sampai saat ini dari Dishubkominfo provinsi belum ada yang turun,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun radarbanten.com, aksi mogok operasi yang dilakukan oleh sopir angkutan umum Serang – Cilegon dihari kedua masih melakukan aksinya, ini terjadi, karena para sopir kecewa dan bersikukuh ingin masuk dalam kota seperti, Pocis dan Pasar Rau. (Fauzan Dardiri)