CILEGON – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon dikabarkan telah dibekukan dan tidak memiliki hak suara dalam perhelatan Musyawarah Provinsi (Musprov) IV Kadin Banten yang akan dilaksanakan pada 31 Maret 2015 mendatang. Kabar pembekuan itu berdasarkan hasil rapat yang membahas tentang persiapan dan perkembangan Musprov Kadin Banten yang dilaksanakan pada 20 Maret lalu di kantor Kadin Pusat. “Bukan dibekukan, tapi untuk Musprov dia (Kadin Cilegon-red) tidak memiliki hak suara, karena sedang disomasi. Tapi Kadin-nya sendiri tetap berjalan,” ungkap Pjs Ketua Umum Kadin Banten Iyus Yusuf Suptandar melalui sambungan telpon kepada radarbanten.com, Senin (23/3/2015).

Somasi yang dimaksud itu, kata dia, yakni terkait dengan adanya proses gugatan hukum yang masih berjalan dan dihadapi oleh Kadin Cilegon dari Ali Mujahidin, salah seorang kandidat calon Ketua Kadin Cilegon beberapa waktu lalu. “Kalaupun memiliki suara, kemungkinan hanya dari caretakernya saja. Untuk kepastiannya, kita menunggu investigasi dari Kadin Pusat terhadap hasil rapat itu,” katanya.

Selain Kadin Cilegon, jelas Iyus, persoalan serupa juga kemungkinan akan dialami oleh empat kadin di tingkat Kabupaten/ Kota lainnya. Yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel, dengan berbagai macam persoalan. Kondisi ini, dikhawatirkan pula dapat mengancam keberlangsungan Msuprov lantaran peserta tidak memenuhi kuorum. “Memang syarat jalannya Muprov dalam AD/ART Kadin itu harus 50 plus 1. Tapi kita lihat saja nanti, bagaimana hasil investigasinya. Kabarnya hari ini tim dari pusat akan terjun menindaklanjuti hasil rapat itu,” tandasnya. (Devi Krisna)