CILEGON – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon mengklaim bahwa ritel dan minimarket di Kota Cilegon sudah tidak ada lagi yang menjual minuman beralkohol, jauh sebelum adanya kebijakan larangan penjualan minuman beralkohol dari Kementrian Perdagangan. “Sudah lama minimarket di kita tidak lagi menjual miras, dan saya bisa pastikan hal itu,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan dan Pembinaan Pasar Disperindagkop Kota Cilegon Muhammad Satiri kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2015).

Namun, terkait dengan masih adanya pertokoan modern di Kota Cilegon yang masih menjual miras tersebut, ia tidak menampiknya. “Toko modern besar memang masih belum kita larang (jual miras-red), karena kebijakan dari Pemerintah Pusat juga memperbolehkan,” sambungnya.

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, kata dia, cukup menjadi perhatian dari pihaknya. Sebab, Pemkot telah memiliki payung hukum terkait dengan miras yang tertuang dalam Perda Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pelanggaran Kesusilaan, Minuman Keras, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif di Kota Cilegon. “Kalau dalam perda kita kan jelas, melarang peredaran miras yang memiliki kadar alkohol di atas 5 persen. Sedangkan dalam Peraturan Menteri itu menyatakan memperbolehkan, tapi hanya di pertokoan modern besar saja,” tandasnya. (Devi Krisna)

BAGIKAN