Deden Apriandi

SERANG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten sangat serius ingin mewujudkan berdirinya sekolah khusus olahraga (SKO) di Banten. Keberadaan SKO diyakini mampu mendongkrak prestasi olahraga pelajar Banten. Hal itu selalu disampaikan Kepala Dispora Banten Deden Apriandi di berbagai kesempatan.

Deden mengatakan, keberadaan SKO di Provinsi Banten sangat perlu untuk meningkatkan prestasi olahraga Banten baik level atlet pelajar maupun senior. Bila Banten memiliki SKO, pembinaan olahraga bagi pelajar akan lebih terfokus dan terorganisasi.

“Memang sekarang kita punya PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar-red), tapi belum terfokus pembinaan olahraganya. Atlet pelajar kita yang berada di PPLP masih harus mengutamakan pendidikan mata pelajaran ketimbang pembinaan olahraga. Kalau SKO sebaliknya, mereka akan lebih difokuskan ke pembinaan olahraga sesuai cabang olahraga (cabor) yang digeluti. Tapi pendidikan pelajaran tetap harus dijalani juga,” kata Deden kepada Radar Banten, Minggu (18/6).

Deden menambahkan, keberadaan SKO sudah dibuktikan tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Riau. Prestasi olahraga pelajar khususnya ketiga provinsi tersebut jauh meningkat. “Tim Dispora Banten sudah pernah melakukan studi banding ke tiga provinsi tersebut. Kita akui setelah mereka memiliki SKO, prestasi di level nasional jauh meningkat. Bahkan bukan saja di level pelajar, prestasi di level senior juga meningkat. Kan setelah bukan berstatus pelajar, mereka nantinya menjadi atlet senior. Kami rasa banyak hal yang menguntungkan bila Banten memiliki SKO,” urainya.

Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olahraga Pelajar Dispora Banten, Djajuli Khasan menyambut baik bila SKO didirikan di Banten. “Kalau melihat dari segi pembinaan olahraga di tingkat pelajar, keberadaan SKO bisa meningkatkan prestasi. Itu karena pelajar di SKO akan lebih banyak mendapat pembinaan olahraga sesuai cabor masing-masing. Kalau Banten memiliki SKO, kami optimistis atlet pelajar Banten bisa bersaing di semua event nasional,” ucap pria yang juga  Ketua Badan Pembinaan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Banten itu.

Tidak hanya memberi dampak positif bagi prestasi di level pelajar, keberadaan SKO juga diyakini mampu mendongkrak prestasi Banten di ajang bergengsi nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja atau PON Senior. “Sebagai contoh, Kaltim mulai menjadi ancaman bagi provinsi besar yang sudah langganan 10 besar PON. Prestasi atlet senior Kaltim terus merangkak naik. Itu tidak lepas dari adanya SKO. Atlet yang membela Kaltim di PON adalah produk SKO. Kami rasa Banten sangat membutuhkan SKO untuk mendongkrak prestasi nasional,” tandasnya. (Andre AP)