MERAK – Direktorat Polisi Air Polda Banten akhirnya menghentikan kasus penyelidikan dugaan penyelundupan batu kapur ilegal yang dikirim PT Wahyu Manunggal Jaya Rembang (WMJR) ke PT Krakatau Posco Chemtech Calcination (KPCC) beberapa waktu lalu.
Ditpolair Polda Banten Kombes Pol Imam Thobroni mengungkapkan, kepastian penghentian itu setelah pihaknya melakukan gelar perkara penyelidikan dan tidak menemukan adanya unsur pidana melawan hukum yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara oleh perusahaan yang menyuplai 7.500 ton batu kapur melalui kapal tug boat ‘IBC Palu’ dan tongkang ‘Indo Mandiri’ itu. (Baca : Tersangka Pengangkutan Batu Kapur Ilegal Segera Ditetapkan)

“Kita sudah gelar perkara, mulai dari pemeriksaan saksi, kemudian dinas di daerah Rembang dan saksi ahli. Kita simpulkan, tidak ada tindak pidana melanggar hukum seperti yang diduga,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Sabtu (7/3/2015).
(Baca : Lanal Banten Amankan Tug Boat dan Tongkang Pengangkut Batu Kapur)

Kata dia, PT WMJR telah mengantongi izin operasi seperti surat keterangan sumber tambang, sertifikat Clean and Clear yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Pengangkutan dan Penjualan, dan sejumlah dokumen pendukung lainnya. “Perusahaan memiliki ijin IUP OPK pengangkutan dan penjualan dari pertambangan di sana. Dari izin itu sudah termasuk semuanya, mulai dari pertambangan, produksi, pemurnian hingga pengangkutannya,” katanya.
(Baca: Lengkapi Berkas Pemeriksaan, Polair Segera Bertolak ke Rembang)

Dikatakan, saksi ahli dari kementrian juga sudah diminta keterangan, terkait apakah kasus ini melanggar undang-undang minerba atau tidak. “Dari keterangan itu, dapat kita simpulkan tidak ada yang melanggar hukum. Adapun pelanggaran sifatnya hanya administratif, tidak berpengaruh pada penyelidikan. Paling cuma sanksi yang akan diberikan oleh dinas di sana (Rembang-red),” tambahnya. (Devi Krisna)

BAGIKAN