Ditpolair saat menggelar ekspose

MERAK – Direktorat Polisi Air (Ditploair) Polda Banten mengamankan ribuan lembar uang palsu (upal) berbagai pecahan yang berasal dari 20 jenis mata uang negara asing. Selain euro, dollar, dan berbagai macam mata uang lainnya yang berasal dari Brazil, Vietnam, Belarusia, Oman, Korea Utara, Kamboja, Yugoslavia, China, Arab Saudi dan Serbia, juga terdapat mata uang pecahan seratu ribu rupiah.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan salah seorang pelaku berinisial S (45) saat melakukan transaksi di salah satu hotel di kawasan Carita, Pandeglang pada 18 Januari lalu. Polisi lalu melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku lainnya yang berinisial J. “Kita mengamankan uang palsu mancanegara dan rupiah dari dua orang pelaku yang diduga telah mengedarkan, inisialnya S dan J, warga Pandeglang,” ujar Direktur Ditpolair Polda Banten Kombes Pol Imam Thobroni saat menggelar ekspose, Jumat (22/1/2016).

Untuk memastikan keaslian uang, kata dia, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari ahli dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Hasilnya diketahui, selain uang palsu, dari tangan kedua pelaku polisi juga mengamankan ratusan lembar mata uang asli pecahan satu dollar dan satu juta euro per lembarnya. “Jadi dalam modusnya, uang yang asli mereka tawarkan kepada calon pembeli. Setelah sepakat, maka mereka memberikan uang yang diduga palsu,” katanya.

Pelaku diancam dengan pasal 245 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun kurungan penjara. “Mereka kebanyakan mengedarkannya (uang palsu) itu di Labuan, Panimbang, di daerah pesisir. Kita masih dalami siapa saja yang menjadi konsumennya,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kasie Tindak Subdit Gakkum Ditpolair Polda Banten Kompol Syamsul Bahri mengatakan belum dapat memastikan persis jumlah barang bukti yang diamankan. “Kita belum bisa pastikan nilainya (uang sitaan). Karena seperti uang yang asli itu, kita juga belum bisa pastikan apakah masih berlaku atau tidak. Karena kan mata uang itu ada masa berlakunya. Celakanya kan kalau uang ini sampai beredar di masyarakat,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN