SERANG – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Serang Sahod Effendy membantah tudingan yang dilakukan aktivis Hamas kaitan dengan pemotongan dana inpassing guru madrasah.

“Kita mau proses tunjangan inpassing, Insya Allah pencairan di awal Mei ini. Kalau yang diisukan pemotongan, ini kita baru proses,” kata Sahod kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2015).

Sahod menjelaskan, pihaknya pekan lalu didatangi Irjen Kemenag RI guna melakukan audit dan itu merupakan hal biasa. “Kaitan kedatangan Irjen berkaitan dengan pembuatan SK (Surat Keputusan-red) guna memenuhi persyaratan penerimaan dana inpassing yang menurut PMA (Peraturan Menteri Agama-red) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pembayaran Profesi Guru Bukan PNS,” jelas Sahod.

Sahod tidak menampik bahwa dalam pengurusan SK dan perbaikan berkas terkait dana inpassing tersebut ada dana ucapan terima kasih dan itupun bila guru sudah dekat dengan pegawai Kemenag. “Ada paling buat makan pegawai, itupun paling Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Itu juga bukan ke saya,” kata Sahod.

Lebih lanjut, Sahod menjelaskan, penyaluran dana sesuai dengan pangkat dan golongan pegawai yakni berkisar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per bulan, dan disalurkan per tiga bulan. Sedangkan untuk jumlah penerima tahun ini mencapai 185 guru dan proses penyalurannya melalu rekening. (Fauzan Dardiri)