Dorong Pertumbuhan Bisnis UKM, Pemkot Tangsel Kembangkan Kampung Digital

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mengah (UKM), Warman Syanudin mengunjungi koleksi baju dalam Launching Kampung UKM Digital, Jurang Mangu, Pondok Aren.

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berusaha mengembangkan program Kampung Digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bekerja sama dengan PT Telkom, Pemkot Tangsel untuk yang ketiga kalinya merealisasikan program Kampung Digital dengan anggota sekitar 300 pengusaha UKM di Kelurahan Jurangmangu, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel.

Walikota Tangerang Selatan Hj Airin Rachmi Diany mengatakan tugas Pemkot adalah menyelesaikan masalah yang ada di UKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) selama ini. Untuk itu Pemkot memberikan berbagai solusi seperti pelatihan dan permodalan. “Program kegiatan UKM dan IKM menjadi skala prioritas di Tangsel. Tugas kami menyelesaikan masalah mulai dari modal, skill, dan pemasaran,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Ia berharap galeri UKM yang selama ini baru ada di Setu, Serpong dan Pondok Aren bisa segera tersebar di semua kecamatan. Ke depan Kampung Digital ini tidak hanya peresmian namun bisa terus berlanjut dan berkembang merangkul seluruh UKM. Pasalnya di Kota Tangsel masih banyak ribuan pelaku usaha yang harus dikembangkan produknya.

“Kami berharap pelaku lainnya juga bergabung, juga di kampung digital ini harus terus dilakukan pembinaan berkelanjutan, karena menyangkut beralihnya dari cara pemasaran tradisional ke modern,” ucap Airin.

Wakil Walikota Tangsel, Benjamin Davnie menambahkan, bila peresmian Kampung Digital yang ketiga di Kota Tangsel merupakan bentuk kerjasama yang konkret antara Pemkot Tangsel dengan PT Telkom. Menurutnya dengan era perkembangan digital yang semakin maju di berbagai bidang pelaku usaha harus mengikutinya untuk mampu bersaing dalam pemasaran dan pengembangan usahanya.

“Dengan pemasaran digital mampu menihilkan biaya pemasaran yang bisa dialihkan ke biaya lainnya yang bermanfaat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua kelompok IKM Jurangmangu Desy Mulianita mengatakan mayoritas pelaku usaha di wilayah Jurangmangu Kecamatan Pondok Aren bergerak dibidang Konveksi dengan kehadiran kampung Digital menjadikan para pengusaha lebih mudah dalam memasarkan produknya. “Di sini sebenarnya produknya berkualitas dan mampu bersaing, yang jadi kendala adalah pemasarannya,” beber Desy.

Dengan bantuan pemasaran secara online diharapkan pengusaha kecil dan menengah yang tergabung dalam kampung digital dapat terus berkembang dan meningkatkan pendapatannya. “Kami harap pelaku usaha juga mampu memanfaatkannya dengan baik, dengan tumbuh berkembang sesuai dengan perkembangan digital,” tambahnya.

Sedangkan Direktur Enter Prise and Businees Service Telkom Muhammad Awaluddin menyampaikan konsep Kampung UKM digital adalah pemanfaatan teknologi informasi secara komprehensif dan integrativ guna mendukung proses bisnis yang berjalan dalam satu kampong sehingga para UKM akan semakin maju, mandiri dan modern.

Dengan menggunakan sistem online itu maka, pelaku UKM yang ada akan bisa secara maksimal menggunakannya. Tak lagi menggunakan offline dengan jangkauan pasar terlalu pendek dan sempit. Melalui online maka produk yang dipasarkan dapat dilihat di seluruh dunia. Ini adalah perubahan yang harus dilakukan guna memajukan keberadaan UKM.

“Melalui program Kampung Digital ini, diharapkan pemasaran produk yang selama ini belum maksimal ini bisa dilakukan dengan cara mudah dan cepat,” terangnya. (Adv)