DPD Gerindra Banten Dirombak

Desmond Pegang Kendali

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Banten dirombak. Perombakan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Gerindra Nomor 09-0140/Kpts/DPP-Gerindra/2016 tertanggal 5 September 2016.

Perombakan ini dibenarkan Idin Rosidin yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Gerindra Banten. “Hampir 50 persen pengurusnya diganti, tapi pengurus lama juga masih banyak,” katanya saat dihubungi Radar Banten, kemarin.

Idin menyebut beberapa nama pengurus lama yang masih bertahan. Di antaranya, Sopwan Harrys yang mulanya menjabat sebagai sekretaris dipindah sebagai penasihat DPD Gerindra Banten bersama Mulyadi. “Encop (Encop Sopia, mantan Ketua DPC Gerindra Kota Serang-red) dia tidak masuk DPD lama, tapi di DPD sekarang masuk sebagai wakil sekretaris,” kata Idin.

Sementara, untuk jabatan ketua DPD digantikan oleh Desmond Juniadi Mahesa yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra. Kepemimpinan Desmond menggantikan Budi Heryadi. “Pak Budi, sekarang belum ada posisi,” kata Idin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Industrial DPP Gerindra.

Idin menjelaskan, perombakan lantaran DPP menilai keberhasilan Desmond yang mampu membawa kemenangan Gerindra pada daerah pemilihan dua Banten pada Pileg 2014. “Sudah bertahun-tahun diduduki Golkar, PDIP, Demokrat. Tapi dengan hadirnya Pak Desmond, itu mampu menggeser dominasi partai-partai besar sebelumnya dan sekarang Gerindra menjadi nomor satu di dapil dua,” jelasnya.

Keberhasilan ini, lanjutnya, dilihat langsung oleh Prabowo Subianto selaku ketua umum dan ketua dewan pembina partai berlambang kepala garuda ini. “Pak Prabowo minta tidak hanya memenangkan partai di dapil, tapi juga di level provinsi. Itu yang menjadi pertimbangan DPP. Jadi, Pak Desmond memimpin partai di Banten dengan target kemenangan di level provinsi,” kata Idin.

Lebih lanjut Idin mengatakan, pergantian ini bukan berarti Budi Heryadi gagal memimpin. Namun, DPP menginginkan lebih maksimal lagi atas capaian suara di Banten. “Saya tidak mengatakan loyo (Budi Heryadi-red), tapi ingin prestasi yang terbaik. Kita menganggap juga keberhasilan Pak Budi, kita akui, tapi kita ingin yang lebih,” ujarnya.

Ke depan, dengan perombakan tersebut, pihaknya akan melakukan konsolidasi dan penataan infrastruktur partai hingga tingkat ranting. “Dulu PAC-PAC yang hanya ada nama saja, terus tidak jalan, akan reorganisasi lagi. Jadi kami membangun kembali infrastruktur partai dari tingkat PAC,” katanya.

“Setiap DPC harus ada PAC seratus persen. Misal Kabupatan Serang ada 29 kecamatan maka harus ada PAC-nya, kemudian setiap PAC wajib membangun ranting tingkat kelurahan, tapi kita tidak mau ranting hanya nama saja,” sambung Idin.

Selain pembenahan infrastruktur partai, Idin juga mengatakan, jika ini sebagai salah satu langkah dari proses konsolidasi partai menuju Pilpres 2019. “Arahnya ke sana, walaupun Pak Prabowo belum menyatakan sikap mencalonkan diri. Tapi DPD se-Indonesia sudah minta beliau kembali maju sebagai calon presiden,” tandasnya.

Budi Heryadi belum bisa dimintai komentar. Dihubungi beberapa kali, nomer telepon selulernya bernada sibuk. Demikian saat menghubungi Sopwan Harrys, anggota DPRD Banten ini tidak mengangkat panggilan dari Radar Banten. (Supriyono/Radar Banten)