SERANG – Residivis spesialis pencurian mesin traktor berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Cikeusal. Dua reidivis ini merupakan pelaku paling dicari lantaran telah membuat resah para petani di wilayah Serang dan Lebak.

Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu berbeda pada Jum’at (13/6/2015) lalu. Tersangka yaitu Idris alias Acong (31), warga Kampung Gosali, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal dan Jakaria alias Jek (43), warga Kampung Nyapah, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

“Tersangka Jakaria merupakan residivis yang pernah dua kali menghuni Rutan Serang dalam kasus yang sama,” ungkap Kapolsek Cikeusal, AKP Jajang Adhiyana, Minggu (15/6/2015).

Dalam pemeriksaan, lanjut Kapolsek, kedua tersangka sudah belasan kali melakukan pencurian mesin traktor milik para petani di wilayah hukum Polres Serang. Diantaranya di Kecamatan Cikeusal sebanyak 2 kali pencurian, di Kecamatan Petir 5 kali dan di Kecamatan Walantaka 3 kali.

“Selain di wilayah hukum Polres Serang, kedua tersangka juga melakukan kejahatan serupa di wilayah hukum Polres Lebak,” terang Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, terungkapnya kasus pencurian mesin traktor ini bermula dari laporan Udi Wahyudi (45), petani warga Kampung Curug Tomo, Desa Harundang, Kecamatan Cikeusal. Korban Udi melaporkan telah kehilangan mesin traktor yang disimpannya di areal persawahan. Berbekal dari laporan itu, tim reskrim yang dipimpin Aiptu Jamain langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas pelaku.

“Tersangka Acong diamankan di rumahnya. Dari keterangan Acong, kita berhasil menyergap tersangka Jakaria disergap saat nongkrong di SPBU Ds. Sukamenak, Kec Cikeusal.

Dari tersangka kita amankan mobil Avanza A 1302 FJ yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Untuk barang bukti mesin traktor belum didapat karena penadahnya masih kita kejar,” terang Jajang.

Tersangka Idris dan Jakaria mengaku sudah belasan kali mencuri. Mesin traktor rata-rata dijual seharga Rp3 juta kepada penadah yang disebut berinisial Ud, warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Tersangka juga mengaku kendaraan yang diamankan adalah mobil pinjaman yang disewa seharga Rp300 ribu.

“Saya bilangnya buat angkut barang ke pasar induk Rau,” kata tersangka Jakaria.

(Wahyudin)

BAGIKAN