Duet Ayah dan Anak Dalam Pembuatan Logo UIN Banten

SERANG – Logo Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten hari ini secara resmi dilaunching oleh Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Fauzul Iman.

Hadir dalam kesempatan tersebut nama-nama besar seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, dan sejumlah nama lainnya.

Hingga logo tersebut diluncurkan, mungkin masih sedikit orang yang tahu apa makna filosofis  yang terkandung dalam logo tersebut dan siapa penciptanya.

Logo UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten rupanya lahir dari duet ayah dan anak. Sang ayah adalah salah satu guru besar di kampus tersebut, yaitu MA Tihami, sedangkan sang anak adalah Helmy Faizi Bahrul Ulumi, Direktur Laboratorium Bantenologi.

Kepada awak media Tihami menjelaskan, perannya dalam pembuatan logo tersebut adalah membuat makna-makna filosofis yang terkandung dalam logo tersebut.

“Ada tiga prinsip, pertama tentang pengembangan ilmu. Kedua manusia adalah mahluk cerdas. Ketiga bersumber dari wahyu pertama, Iqra bismi rabbikalladzi khalaq, yang merupakan lambang pengetahuan. Jadi saya filosofinya, yang gambar anak saya, kemudian didiskusikan dengan senat dan dipilih,” ujar Tihami, Senin (17/7).

Proses pembuatan hingga terpilihnya logo tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Awalnya, ada 15 logo yang didesain Helmy. Setelah melalui diskusi dan penilaian,  dikerucutkan menjadi tujuh desain.

“Dari tujuh kemudian dikerucutkan lagi menjadi tiga, dan dari tiga menjadi satu,” ujar mantan Ketua STAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (sekarang UIN Banten) tersebut.

Tihami berharap, dengan logo tersebut serta perubahan status dari IAIN menjadi UIN,  kampus yang berada di pusat Kota Serang tersebut mempunyai kekhasan dalam pengembangan ilmu. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)