Eh, Ternyata Hamil Duluan Sudah Sebulan (Bag 1)

Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok. RB)

Hari mulai petang, sebuah mobil pribadi terparkir di depan gedung serba guna dalam keadaan hidup. Sementara di dalam gedung, para tamu undangan pernikahan Hindun (24) dan Wildan (26), keduanya nama samaran, satu persatu membubarkan diri. Musik degung sunda lambat laun tidak terdengar lagi. Operator sistem suara serta tim dekorasi pernikahan mulai membereskan barang-barang.

Namun di luar skenario, Hindun tiba-tiba melangkahkan kaki ke arah mobil pribadi yang terparkir hidup. Ia tidak berganti baju, masih mengenakan baju adat sunda. Orangtua Hidun terlihat kaget, begitu pula keluarga besar Wildan. Sebab ketika itu, Hindun kabur dari gedung lalu bersembunyi dari keluarga besarnya serta keluarga Wildan. Ada apa ya?

Ternyata resepsi pasangan ini bukanlah pernikahan bahagia. Sepanjang resepsi, baik Hindun dan Wildan hampir tidak pernah terjadi percakapan. Tidak hanya pasangan pengantin, keluarga besar kedua belah pihak pun tidak ada yang saling menyapa. Andaikan resepsi berjalan tanpa musik degung sunda, para undangan akan merasakan betapa mencekam jalannya resepsi itu. “Selama resepsi, suasananya tegang. Keluarga Wildan cemberut semua, sementara keluarga saya tidak bisa berbuat apa-apa selain ikut cemberut,” kata Hindun.

Wah, memangnya kenapa sih? Bukannya kedua belah pihak seharusnya bahagia. Hindun mengakui jika suasana mencekam itu akibat ulahnya sendiri. Ia melakukan kesalahan sehingga membuat calon suami dan keluarga besar kecewa berat. “Itu semua kesalahan saya,” aku Hindun.

Kesalahan yang dimaksud Hindun adalah hamil di luar nikah. Hindun hamil sebelum dirinya menikah dengan Wildan. Parahnya lagi, orang yang menghamili hindun bukanlah Wildan. Melainkan laki-laki lain yang menjadi selingkuhannya, sebut saja Tito (25). “Saya hamil duluan sama Mas Tito. Dia itu selingkuhan saya,” katanya.

Ya salam, pantas saja Wildan dan keluarga besar kecewa berat. Apalagi kehamilan Hindun disadari di saat hari-hari menjelang pernikahan. “Saya sendiri tidak tahu, kirain enggak terjadi apa-apa. Tapi ternyata saya telat sebulan,” ujarnya.

Hindun sebenarnya berniat menyembunyikan. Sayangnya tubuh Hindun tidak mau menuruti kemauan dirinya. Di kala Hindun mencari baju untuk pernikahan bersama calon mertua perempuan, ia tidak kuasa menahan mual dan terus menerus muntah. Mukanya pun terus menerus pucat pasi, lantaran itulah calon mertua langsung bisa menebak. “Calon mertua perempuan yang tahu pertama kali. Dia sempat menanyakan tentang itu kepada Mas Wildan, pernah tiduri saya atau tidak. Mas Wildan itu kan orangnya sopan, tidak pernah kurang ajar. Makanya dia bilang jujur kalau dirinya belum pernah tiduri saya,” terang Hindun.

Mendengar pengakuan Wildan, timbullah pertanyaan dari Wildan dan ibunya. Lalu siapa dong yang menghamili Hindun? Kedua orang ini lalu mendesak agar Hindun mengaku. Lantaran terdesak, akhirnya Hindun mengaku juga. “Saya terpaksa mengaku, sebab Mas Wildan dan ibunya benar-benar desak saya. Pengakuan saya itulah yang membuat mereka sangat-sangat kecewa. Saya benar-benar malu,” aku Hindun.

Usai mendapat pengakuan, keluarga Wildan mengundang keluarga Hindun untuk membicarakan hal tersebut. Tentunya keluarga Hindun tertunduk malu kepada keluarga Wildan. Kedua belah pihak sempat sepakat untuk membatalkan pernikahan ini. Namun ayah Wildan dengan bijak mengatakan, persoalan tersebut tidak perlu dihadapi secara emosional. Bersambung…

BAGIKAN