SERANG – Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang, Tri Tjahjo mengatakan, fenomena El Nino pada tahun ini tidak akan separah Tahun 1997 lalu. Ini dikarenakan indeksnya hanya menyentuh angka 2 masuk kategori kuat, sedangkan pada tahun 1997 lalu indeksnya 3 yang masuk kategori sangat kuat.

“Tahun ini, El Nino tidak akan separah pada tahun 1997, karena saat itu kategorinya sangat kuat. Sedangkan tahun 2015 masih dalam kategori kuat, sehingga kekeringan tidak akan parah,” kata Tri, kepada wartawan melalui sambungan telpon seluler, Senin (3/8/2015).

Kendati demikian, lanjut Tri, dampak yang dirasakan sangat mengkhawatirkan untuk di Banten, efek El Nino berimbas pada peristiwa kemarau yang dirasakan hampir pada seluruh wilayah Banten. “Bahkan di Kabupaten Lebak, sudah dinyatakan sebagai darurat bencana kekeringan. Udara panas dan kekeringan yang terjadi saat ini akan mengalami puncaknya pada Agustus hingga September,” katanya.

Selain menyebabkan kekeringan, lanjut Tri, dampak dari fenomena El Nino juga akan mengancam gagal panen pada lahan pertanian warga, karena cadangan air menipis. Ia menghimbau agar masyarakat melakukan gerakan hemat air sehingga dapat menjaga cadangan air.

“Kondisi cuaca di Kota Serang dan sekitarnya kerap mengalami suhu yang panas, namun belum dalam kondisi ekstrim, karena hanya berkisar 32-33 derajat celcius. Kalau sudah menyentuh angka 35 derajat celcius baru masuk kategori cuaca ekstrem,” paparnya.

Untuk diketahui, El Nino adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang equator dari nilai rata-ratanya dan secara fisik El Nino tidak dapat dilihat. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN