LEBAK – Situ Palayangan yang terletak di Jalan Rangkasbitung – Leuwidamar, Desa Palayangan, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak mengalami endapan  lumpur yang cukup tinggi. Akibatnya daya tampung air situ palayangan yang luasnya 70 ribu meter persegi itu tidak optimal dan menjadi ancaman bagi lahan pertanian, karena puluhan hektare lahan pesawahan bisa mengalami kekeringan.

“Situ Palayangan ini sudah lama menyusut debit airnya, karena endapan lumpur yang sangat tinggi. Oleh karena itu tidak bisa mengaliri air ke lahan pertanian warga,” tegas Habib Abdillah (55), warga Desa Palayangan, Minggu (16/7).

Habib mengungkapkan, pengendapan lumpur di Situ Palayangan diduga akibat limbah tambang pasir yang dibuang ke situ tersebut. Untuk itu, menurutnya harus ada tindakan dari instansi terkait kepada pengusaha tambang pasir agar tidak membuang limbah tambang pasir ke Situ Palayangan. Jika dibiarkan, maka endapan lumpur akan tambah parah dan akhirnya Situ Palayangan tidak berfungsi untik mengairi lahan pertanian warga.

“Para petani meminta Balai Besar segera melakukan pengerukan lumpur di Situ Palayangan,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak Dade Yan Apriandi menyatakan, usulan pengerukan lumpur telah disampaikan pemerintah daerah kepada Balai Besar. Namun sampai sekarang usulan tersebut belum direspon. Padahal, pengerukan lumpur Situ Palayangan mendesak untuk dilakukan.

“Kondisi endapan lumpur Situ Palayangan cukup memprihatinkan. Bahkan, endapan lumpur di sana sudah dipenuhi ilalang,” jelasnya. (Rahmatullah/twokhe@gmail.com)