SERANG – Setelah melakukan rapat evaluasi triwulan II semester pertama tahun anggaran 2015, berdasarkan progres fisik dan keuangan triwulan II APBD Provinsi Banten, atau berdasarkan deviasi fisik, 11 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masuk zona merah atau deviasinya tinggi.

“Progres fisik dan keuangan berdasarkan deviasi fisik, menunjukan 21 SKPD dengan kinerja baik atau deviasi rendah, 10 SKPD dengan kinerja sedang atau deviasi sedang, dan 11 SKPD dengan kinerja kurang atau deviasi tinggi, 11 SKPD itulah yang masuk zona merah,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Banten Kurdi Matin, Selasa (21/7/2015).

Kesebelas SKPD tersebut di antaranya, Badan Kepegawaian Daerah, Biro Humas dan Protokol, Dinas Pertambangan dan Energi, Biro Organisasi, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Dinas Pertanian dan Peternakan, Biro Umum, Biro Perlengkapan dan Aset, Dinas Pendidikan, Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman, dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Dari evaluasi ini pun ditemukan ada SKPD yang turun kinerjanya, namun ada juga yang meningkat, dan ini menjadi bukti bahwa SKPD belum bisa mempertahankan kinerjanya,” ujar Kurdi.

Untuk memenuhi target di triwulan dan semester selanjutnya, SKPD yang masuk zona merah mendapatkan tugas untuk membuat action plan percepatan penyerapan anggaran. “Bukan tidak mau membuat tim, tapi kami ingin tahu sejauh mana rencana SKPD agar kinerjanya sesuai target,” ujar Kurdi. (Bayu)