Festival Keraton Surosowan 2017 Siap Digelar

Mengangkat Marwah Kesultanan Banten

DARI KIRI: Udin Syafarudin, Boby Hidayat, dan Ketua Pelaksana Festival Krakaton Surosowan 2017 Alek Hine berfoto bersama seusai mengunjungi Redaksi Radar Banten di Graha Pena Radar Banten, Kamis (12/10). FOTO: FAUZAN/RADAR BANTEN

SERANG – Untuk mengangkat marwah dan mengenalkan sejarah Kesultanan Banten, Lembaga Pemangku Adat Kesultanan (LPA) Banten menggelar Festival Keraton Surosowan 2017 di kawasan Keraton Surosowan Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Acara akan dihelat mulai 9-12 November 2017.

Ketua Pelaksana Festival Keraton Surosowan 2017 Alek Hine mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk sosialisasi dan promosi wisata untuk mengangkat marwah Kesultanan Banten. “Kerajaan Banten selama 200 tahun rata dengan tanah. Ini (Festival Keraton Surosowan 2017-red) akan menjadi awal kebangkitan,” ujarnya saat berkunjung ke Graha Pena Radar Banten, Lontar Baru, Kota Serang, Kamis (12/10).

Alek memaparkan, kegiatan kali pertama digelar ini berlangsung selama empat hari. Kegiatan difokuskan di kawasan Keraton Surosowan dan Hotel Ratu, Kota Serang, dimulai dengan katuran rawu dan petuk sono para raja dan undangan. Kegiatan dilanjut dengan festival seni dan budaya Banten, tari Banten, festival pesisir, debus, dan sebagainya. “Festival ini sebagai magnet karena undangan yang hadir no budget,” terangnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menggelar sarasehan internasional yang menghadirkan negara-negara sahabat, di antaranya Malyasia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Thailand, dan Kamboja. Dalam acara itu juga ada parade budaya dan kirab 500 pasukan prajurit Kesultanan Banten hingga dengan mengangkat wisata religi dan pameran wisata nusantara. “Magnet Banten sangat kuat, sangat ditunggu karena Kerajaan Banten memiliki kebesaran,” katanya seraya berharap event ini menjadi destinasi wisata dan menjadi kota pariwisata bersejarah.

Sekretaris Panitia Pelaksana Bobi Hidayat menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan selain dengan Pemerintah Kota Serang dan Provinsi Banten juga bekerja sama dengan Masyarakat Nusantara (Matra), dan Kerukunan Ulama Nusantara (KUN). “Tentu kami berharap ini dapat mempromosikan kembali Banten sebagai kerajaan Islam yang dahulu pernah ada,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua LPA Udin Syafarudin menjelaskan, kegiatan tersebut titik tekannya mengangkat harkat dan martabat daerah yang memiliki peradaban. Menurutnya, sebagai penerus zuriah kesultanan memiliki tanggung jawab untuk melestarikan itu. “Pertama kali diadakan yang melibatkan kerajaan nasional dan internasional,” terangnya.

Pria yang aktif dalam proses pendirian Provinsi Banten ini mengatakan, Kesultanan Banten merupakan simbol masyarakat toleran di Indonesia. Di Banten tidak pernah ada konflik SARA sebagaimana ini menjadi salah satu ajaran sultan. “Kegiatan ini ingin mengangkat kembali martabat Kesultanan Banten,” katanya.

Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi mengatakan, menyambut baik niat panitia mengangkat kearifan lokal Banten. “Ini sesuatu yang baik. Radar Banten sebagai media di Banten tentu concern mengangkat kearifan lokal,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)