SERANG – Politisi Partai Golkar Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan menilai, pendapat soal borong partai dalam Pilkada Kabupaten Serang tidak relevan. Hal ini dikarenakan sisa partai yang gagal mendaftar bukan persoalan kekurangan kursi sebagai prasyarat yakni 10 kursi.

“Istilah borong partai tidak tepat untuk di Pilkada Kabupaten Serang, karena memang bakal calon partai lain gagal mendaftar bukan persoalan kekurangan kursi. Tapi lebih karena administrasi internal partai,” kata Fitron kepada radarbanten.com, Kamis (30/7/2015).

Fitron menegaskan, bahwa Partai Hanura, PBB dan Gerindra cukup kursi, hanya saja KPU menggagalkan karena tidak sahnya administrasi persyaratan. “Baiknya duduk persoalan akan Pilkada Kabupaten Serang lebih jernih dan sehat, tidak relevan itu. Apalagi kalau kita mau lihat perjalanan dan dinamika politik koalisi cukup alot dan dinamis,” paparnya.

Saat ditanya siapa yang akan menjadi lawan pasangan Tatu-Pandji, Fitron berdalih, bahwa itu merupakan keputusan internal Partai Gerindra, Hanura dan PBB. “Kita gak tau siapa lawannya, itu urusan internal partai Hanura, Gerindra, dan PBB,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ail Muldi melihat fenomena borong partai pada pilkada Serentak merupakan budaya yang menghambat sistem demokrasi. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN