adis 18 tahun berinisial LPK asal Lampung Timur menjadi korban kebejatan dua tukang ojek. Kedua pelaku, yaitu Faisol (34) dan Nurmansyah (32) yang menggilir gadis cantik itu di lahan kosong belakang Terminal Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat berhasil diringkus.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat, Iptu Taufik Iksan menjelaskan, peristiwa itu terjadi sepekan lalu pada Rabu (29/4) dini hari. Skenario perkosaan berencana itu terjadi mulai pukul 13.00.

Kala itu, gadis yang berstatus perawan kampung dan baru pertama kali datang ke Jakarta ini baru saja turun dari Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat.

Sebatang kara di ibu kota, LPK bermaksud mencari kerja sebagai pembantu atau pengasuh anak. Satu-satunya kawan yang ingin membantu tinggal di bilangan Sunter, Jakarta Utara. Gadis polos ini pun mendapat saran untuk menggunakan jasa ojek motor setelah tiba di Terminal Kalideres.

Mendapat tumpangan gadis cantik, Faisol yang kala itu berada di pangkalan ojek sepakat mengantar korban ke arah tujuan. Saat itu juga, otak mesum Faisol sebenarnya sudah terbersit untuk mengerjai LPK yang terlihat polos. Rekannya Nurmansyah, petugas kebersihan terminal yang nyambi sebagai pengojek motor pun ikut tergiur.

Beriringan dua motor, Faisol membonceng LPK, Nurmansyah mengikuti dari belakang. Dua pengojek motor itu malah mengajak korban berputar-putar tanpa arah sampai lepas maghrib. Tanpa disadari korban, dua pengojek motor ini malah membawanya ke rumah kontrakan Faisol di daerah Semanan, Kalideres.

Modus Faisol mengajak korban untuk berisitirahat karena sudah jauh-jauh datang dari kampung, dan tujuan Sunter itu cukup jauh. Di rumah kontrakannya itu, korban terbujuk arahan pelaku untuk mandi, makan dan sebagainya.

“Karena keluarga pelaku di kontrakan itu banyak perempuan juga, korban percaya saja,” kata Taufik dilansir INDOPOS (Grup JPNN.com), Sabtu (9/5).

Malam hari, dua pengojek motor ini kembali bergerak. Namun, bukannya mengantar malah kembali mengajak gadis lugu itu berputar-putar. Sampai akhirnya, Faisol dan Nurmansyah mencari lahan kosong di belakang Terminal Rawa Buaya, Cengkareng. Di lapangan rumput yang gelap itu, korban dipaksa melayani nafsu bejat dua pengojek motor tersebut.

“Di situ, kedua pelaku memperkosa korban bergiliran. Setelah puas, korban ditinggalkan begitu saja,” kata Taufik.

Perkosaan itu terungkap setelah LPK meminta pertolongan ke petugas keamanan perumahan di belakang terminal. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Metro Cengkareng dan Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Putu Putera Sadana mengatakan, dua pelaku perkosaan tersebut berhasil diringkus dua hari kemudian, Jumat (1/5).

Nurmansyah dibekuk di pangkalan ojek Terminal Kalideres, sementara Faisol di rumah kontrakannya. Saat ini dua pelaku masih dalam pemeriksaan, sementara korban karena tanpa saudara di Jakarta, mendapat pengamanan dan penanganan psikologis di Rumah Aman.

“Korban sudah divisum, mengalami luka di kemaluannya. Barang bukti kejahatan berupa pakaian korban dan dua motor pelaku sudah kami amankan,” tegas Putu.(asp/indopos/jpnn)

BAGIKAN