Lokasi ledakan saat proses pembuatan kapal di Puloampel, Kabupaten Serang.

SERANG – Kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi hari ini. Gas yang digunakan untuk proses lass pembuatan kapal di ampung Ambaru, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang meledak. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dan dua orang alami luka berat dan ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 07:45 WIB. Saat itu, proyek pembuatan kapal milik PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari dan PT Krakatau Shipyard tersebut sedang berjalan.

“Korban semua karyawan disini dan hampir semuanya warga lokal dan satu orang Pandeglang,” ungkap Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma saat meninjau lokasi meledaknya kapal kontainer Kendhaga Nusantara 14 tersebut, Jumat (11/8).

Untuk sementara, menurut Romdhon, pihaknya masih lakukan olah TKP, mengingat saksi masih shock untuk dimintai keterangan. Ia akan lakukan pendalaman dan lakukan proses bila teridentifikasi melawan hukum.

“Dugaan sementara ini terjadi laka kerja atas kebocoran gas sehingga menyebabkan ledakan,” katanya.

Pada saat olah TKP, kata dia, korban di dalam ada 1 orang dan 2 orang di luar kapal dan oleh pihak perusahaan langsung dilarikan ke RSUD Panggungrawi Cilegon.

“Kebocoran ini belum kita ketahui, apa yang jadi pemicu ledakan kami dalami setelah saksi-saksi bisa dimintai keterangan,” paparnya.

Kabid Dokkes Polda Banten AKBP Nariana menjelaskan, proses identifikasi dilakukan di RSUD Cilegon baik korban luka berat maupun luka ringan. “Semua masih disana,” ungkapnya.

Pantauan Radar Banten Online (RBO), kapal Kendhaga Nusantara 14 ini berada disisi pinggir laut, terdapat 3 kapal lainnya yang berdiam di perusahaan ini. Puing-puing sisa ledakan masih berserakan. Di bagian kiri tengah kapal berwarna merah tua ini hancur total, wajar korban meninggal (RBO melihat gambar via ponsel-red) dengan kondisi mengenaskan, berlumuran darah persis daging cincang.

Setelah terjadinya ledakan, proses pembuatan kapal dihentikan. Manajemen perusahaan pun tidak terlihat di lokasi kejadian. Hanya ada beberapa orang penjaga perusahaan berada di lokasi. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).