KUALA LUMPUR – Di tengah perjuangan demonstran anti-PM Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8) isu sabotase muncul.

Para koordinator aksi demo mencurigai adanya dugaan sabotase setelah 16 orang keracunan usai menikmati paket minuman jus yang sudah tersebar sejak hari pertama demonstrasi besar-besaran menuntut Najib Razk mundur.

Koordinator tim medis Bersih 4 (nama demonstrasi), Tan Gengta mengatakan, 13 orang tercatat menderita keracunan. Enam di antaranya (termasuk dua gadis 10 tahunan) sedang dirawat di rumah sakit.

“Enam orang tersebut awalnya muntah dan mual. Korban pertama meminta pertolongan tim medis sekitar pukul 09.45 pada hari Sabtu,” kata Tan, seperti dilansir dari The Star/Asia News Network, Minggu (30/8).

Mr Tan mengatakan tiga orang turun dengan keracunan makanan pada hari Minggu, tapi dirawat di pangkalan mereka di Lapangan Merdeka.

Dia mengatakan, korban mungkin telah minum dari paket makanan yang terkontaminasi sehingga memberikan rasa tak nyaman di perut sensasi terbakar, mual dan muntah.

“Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, silakan melapor ke tenda medis di daerah Anda,” ujar Tan.

Sementara dari Ketua Bersih (organisasi pegiat anti-korupsi/koordinator demo), Maria Chin Abdullah membenarkan, tim medis aksi ini melaporkan bahwa mereka menemukan minuman yang memiliki lubang sebesar jarum di paket tersebut.

Diduga, lubang jarum tersebut sebagai jalan meracuni paket minuman.

“Sepertinya sabotase, hal ini menjijikkan. Sebab ini adalah tentang kehidupan manusia. Saya mengutuk siapa pun yang memberikan paket-paket ini dan saya mendorong semua demonstran untuk tidak menerima lagi minuman gratis yang diberikan selama aksi,” tandas Nona Chin.

Tim medis dari aksi ini juga sudah membuat laporan resmi ke polisi atas insiden tersebut. (adk/jpnn)
BAGIKAN