Narkoba ternyata juga laris di kalangan warga yang sudah berumur alias tuwir alias tua. Mereka memiliki bandar khusus yang biasa memasok sabu-sabu. Parahnya, pengedar dan bandarnya sama-sama sudah tua. Dalam sekali pesan, jumlahnya biasanya hanya 2 gram.

Jaringan bandar narkoba yang memasok kaum sepuh itu diungkap anggota Unit Idik 2 Satreskoba Polrestabes Surabaya dengan menangkap dua tersangka. Mereka adalah Indra Kusuma, 53, warga Jalan Nginden, dan Supandi, 56, warga Jalan Pucang Adi, Gubeng.

Wakasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Wayan Winaya menyatakan, jaringan tersebut terungkap setelah pihaknya mendengar informasi dari masyarakat bahwa ada sejumlah manula yang doyan nyabu di kawasan Gubeng. Polisi pun melakukan penyelidikan dengan menyanggong lokasi yang dilaporkan itu.

Berdasar penyelidikan tersebut, polisi berhasil mengendus pengedar yang memasok narkoba ke para kaum sepuh. Petugas akhirnya menangkap Indra di rumahnya yang baru saja keluar rumah. ”Dia baru saja mengantarkan pesanan sabu-sabu,” katanya.

Ketika Indra digeledah oleh polisi, ditemukan sepoket narkoba seberat 0,68 gram yang tersimpan di sakunya. Narkoba tersebut ternyata sisa barang yang gagal terjual hari itu karena pembelinya tidak muncul di tempat yang sudah dijanjikan.

Polisi yang menggeledah rumah tersangka menemukan banyak bukti lain. Antara lain, enam paket plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu. Total beratnya mencapai 2,28 gram. Polisi juga menemukan empat plastik klip bekas berisi sabu-sabu dan sebuah sekop dari sedotan plastik.

Empat plastik tersebut merupakan pembungkus sabu-sabu hasil kulakan sebelumnya. Dari pembungkus besar itu, sabu-sabu dibagi dalam jumlah paket kecil yang akan dijual ke pasaran. ”Istilahnya paket hemat,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan, Indra mengaku mendapat narkoba tersebut dari Supandi. Polisi langsung mencari di rumahnya di Jalan Pucang Adi. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan dua paket plastik sabu-sabu yang disimpan di kamarnya.

Wayan mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersebut, tersangka Indra mengaku menjual sabu-sabu kepada para manula. Total, sekitar tujuh manula sudah berlangganan kepada Indra. ”Kami masih mendalami lagi keterangan tersangka untuk memburu pelaku lainnya,” ujarnya. (eko/c20/mas/git/JPNN)
BAGIKAN