Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten Malang diserang orang tak dikenal kemarin dini hari (14/7). Gedung yang berada di Jalan Karang Pandan, Kecamatan Pakisaji, tersebut mengalami kerusakan pada jendela kaca di bagian belakang. Tujuh jendela sepanjang sekitar 2 meter dan lebar 80 sentimeter menjadi sasaran. Kaca jendela itu berserakan.

Sejauh ini, belum diketahui para pelaku penyerangan dan motifnya. Kasus tersebut kini ditangani aparat Polsek Pakisaji.

Hambali, 52, penjaga kantor DPD Golkar, menuturkan, sebelum insiden perusakan itu, dirinya tidak melihat kejadian apa pun. ”Saya bangun sekitar pukul 03.00 untuk sahur karena sudah pasang alarm. Setelah bangun, saya mengecek bagian depan dan dalam gedung,” katanya.

Saat masuk ke gedung, Hambali menyalakan lampu. ”Saya juga tidak melihat apa-apa,” ujar Hambali. Lantas, dia mengunci gedung dan kembali ke ruangannya yang berada tepat di sebelah kantor DPD Golkar. Selesai sahur, dia pun tidur lagi dan bangun sekitar pukul 04.00 untuk salat Subuh di musala depan.

Setelah salat Subuh, Hambali tidak mengecek lagi gedung DPD Golkar. Dia langsung menuju ruangannya untuk tidur. ”Saya bangun sekitar pukul 07.00 dan masuk ke gedung untuk bersih-bersih. Saat itu saya kaget, kok ada batu-batu dan banyak kaca yang berserakan,” tuturnya. Saat melihat dari dekat jendela di belakang gedung, dia mendapati semua kacanya pecah.

Hambali juga menemukan sekitar 35 batu sebesar kepalan tangan orang dewasa yang berserakan di dalam gedung. ”Itu jumlah batu yang mengenai kaca dan masuk ke gedung. Kalau (batu) yang tidak kena, jumlahnya mungkin ratusan,” terangnya. Batu-batu tersebut diduga diambil dari rel kereta api yang berada sekitar 7 meter di belakang gedung.

Hambali tidak mengetahui orang yang melemparkan batu hingga merusak kaca jendela gedung. Namun, dia menduga pelakunya lebih dari seorang. ”Kalau cuma satu orang yang melempar, pasti kelelahan,” ucapnya.

Hambali memperkirakan perusakan dan pelemparan batu terjadi pukul 03.30-07.00. Sebab, dia mendengar suara yang cukup berisik. Tetapi, saat itu dia mengira suara berisik tersebut berasal dari petasan yang disulut warga Desa Glanggang. ”Sebab, di sini setiap sahur sampai pagi warga kerap menyalakan petasan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pakisaji AKP Sri Amung saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya kini masih menyelidiki kasus penyerangan dan perusakan kantor DPD Golkar tersebut. ”Yang jelas, unit 6 dan 7 (petugas intel dan reserse) juga sudah turun untuk melakukan penyelidikan,” jelas Amung. (adk/muf/mas/dwi/JPNN)