Ilustrasi/Reuters

SERANG – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Syamsuri Dahlan membantah pihaknya tidak berbuat sama sekali, terkait dengan maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak jalanan (anjal) di Kota Serang.

“Kami sulit untuk menghalangi niat dari masyarakat untuk menyumbang ke anjal dan gepeng. Apalagi sebagian besar masyarakat beranggapan kalau banyak memberi merupakan amal jariah, apalagi saat ini bulan Ramadan. Padahal semakin banyak yang memberi, maka semakin banyak pula yang meminta,” kata Syamsuri saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (9/7/2015).

Dikatakan Syamsuri, selama bulan Ramadan ini pihaknya telah melakukan tiga kali sosialisasi kepada pengguna jalan serta masyarakat, agar tidak memberikan sumbangan kepada anjal dan gepeng.

“Kalau dari hasil pemantauan, saat ini diperkirakan terdapat 260 anjal dan gepeng yang tersebar di seluruh wilayah Kota Serang. Sebagian besar dari mereka berasal dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang,” kata Syamsuri.

Ditambahkan Syamsuri, tahun 2016 mendatang, pihaknya berencana akan membangun rumah singgah senilai total Rp3 miliar yang akan dibangun di Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang.

“DED (Detail Engineering Design)-nya sudah di buat bersama dengan anggarannya, tinggal menunggu pengesahan di APBD murni tahun depan. Diharapkan, nantinya masalah penyakit masyarakat dapat segera ditangani setelah adanya rumah singgah tersebut,” paparnya. (Fauzan Dardiri)