PAGEDANGAN – Pameran otomotif bertaraf internasional Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, besok, Kamis (10/8) resmi dibuka. Even akbar yang mengusung tema ”Rise of The Future of Mobility” merupakan bukti bahwa Indonesia tetap menjadi pasar produktif otomotif global khususnya dari sisi teknologi terkini.
GIIAS 2017 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang bukan hanya gelaran yang hanya mencari keuntungan semata.

Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi mengatakan, perkembangan teknologi otomotif di dunia saat ini sangat pesat. Jauh lebih cepat yang terjadi di Indonesia. Maka GIIAS hadir untuk itu.
”Sepantasnya pelaku industri otomotif Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti industri dunia otomotif global,” jelas Yohanes, kepada Radar Banten, Rabu (9/8).

Sebenarnya, sambung dia, isu energi alternatif sudah diangkat saat pameran GIIAS pertama, dua tahun lalu. Dan dampaknya, saat ini beberapa produsen mobil sudah mulai berani menawarkan produk yang dibekali dengan mesin hibrida atau listrik.

Demikian pula dengan teknologi otonom. Meski saat ini teknologi tersebut belum 100 persen cocok untuk kondisi jalanan di Indonesia, namun beberapa produsen mobil sudah mulai menawarkannya.

Sebut saja, Mercedes-Benz dan BMW. Dua pabrikan mobil mewah asal Jerman itu melengkapi beberapa seri mobil mereka dengan fitur parkir otomatis.

”Fitur ini memungkinkan pengemudi untuk duduk santai, sementara komputer akan memandu mobil untuk masuk ke ruang parkir yang tersedia,” papar Yohanes yang dipertegas dalam siaran persnya.

Sayangnya, penerapan kendaraan dengan energi alternatif masih belum sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Hingga saat ini, belum ada aturan khusus terkait mobil hibrida dan mobil listrik, terutama soal harga jualnya.

Nah, untuk bisa memikat hati konsumen yang berkunjung ke pameran, pabrikan mobil berlomba-lomba menghadirkan kendaraan dengan fitur yang dibutuhkan oleh pembelinya. Hal itu berdampak pada naiknya harga jual.

Dan karena mereka seringnya fokus pada hal tersebut, hanya sedikit yang berani menghadirkan model baru dengan harga lebih terjangkau.

Saat ini, pasar kendaraan terbesar ada di kelas mobil keluarga paling bawah, atau biasa disebut dengan istilah low multi purpose vehicle (MPV). Ada dua produsen mobil yang terjun meramaikan pasar ini pada GIIAS 2017.

Yang pertama adalah Mitsubishi, dengan produk baru mereka Xpander. Mobil ini dihadirkan untuk mengisi pasar low MPV yang saat ini diisi oleh Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, dan Suzuki Ertiga.

Harga Xpander tidak jauh berbeda dari pesaingnya, yakni di kisaran Rp180-240 jutaan. Namun, desain serta fitur yang dihadirkan lebih lengkap.

Produsen kedua yang meramaikan pasar mobil keluarga adalah pendatang baru asal Cina, yakni Wuling. Dengan investasi pabrik di Cikarang, Jawa Barat, Wuling datang menawarkan mobil dengan banderol mulai dari Rp120 jutaan.

Mobil yang dimaksud adalah Confero. Mampu diisi hingga delapan orang, mobil ini akan bersaing ketat dengan mobil-mobil LCGC berkapasitas tujuh penumpang, seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra dan Datsun GO+.

Sementara itu, Datsun juga dikabarkan akan menghadirkan mobil baru dengan harga yang cukup menarik. Versi produksi dari Datsun GO Cross disebut-sebut akan meluncur di GIIAS nanti. Layaknya GO dan GO+, harga jual GO Cross diprediksi ada di kisaran Rp100 jutaan.

Selain tiga merek di atas, produsen mobil lainnya juga memboyong mobil terbaru mereka ke arena pameran. Seperti Suzuki dengan Baleno Hatchback dan jip Jimny 4×4, Volvo dengan beberapa model baru serta Toyota dengan Voxy dan C-HR. (ade-rls/viv/ful/sub)