JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti, istri mudanya, menjadi penghuni baru Rumah Tahanan (rutan) KPK. Keduanya menjalani penahanan setelah sebelumnya diperiksa lebih dari sembilan jam sebagai tersangka, kemarin.

Gatot terlihat keluar gedung KPK terlebih dulu, pukul 21.08 WIB dengan ditemani kuasa hukumnya Razman Arief Nasution. Razman mengatakan, kliennya berupaya kooperatif menjalani perkaranya. Termasuk keduanya bersedia menandantangani berita acara penahanan.

Yang menarik, Razman terang-terangan menyebut kliennya diperiksa bukan atas perkara suap hakim PTUN Medan saja. Namun juga terkait penyaluran dana bantuan sosial dan bantuan daerah bawahan atau BDB. “Kami selaku kuasa hukum meminta kasus-kasus tersebut ditangani semuanya oleh KPK, bukan oleh kejaksaan,” ujar Razman.

Saat ditanya alasan permintaan semua perkara ditangani KPK karena adanya dugaan permintaan uang oleh kejaksaan? Razman enggan menjawab. “Mungkin Anda bisa menafsirkan seperti itu. Tapi kami akan lebih baik kalau menjawab agar pengusutan perkara ini lebih independen,” paparnya.

Selain itu, Razman juga ingin agar kliennya mudah menjalani penyidikan semua perkara sampai nantinya bisa disidangkan. Dia percaya KPK lebih profesional menangani perkara-pekara tersebut. Razman mengaku kliennya siap kooperatif dan membuka sejelas-jelasnya perkara yang disangkakan selama ini.

Perkara yang menjerat Gatot dan Evy memang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap penyuapan hakim PTUN Medan. Dalam OTT itu KPK mengamankan lima orang. Tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan serta seorang pengacara dari kantor OC Kaligis.

Dari situ perkara ini berkembang. OC Kaligis terseret dengan sangkaan sebagai pihak pemberi suap. Pengacara senior itu sudah ditetapkan tersangka dan ditahan. Setelah itu, kasus ini berkembang ke arah asal dana yang digunakan untuk menyuap. Didapatlah nama Gatot dan Evy.

Penyuapan hakim PTUN bermula dari pengajuan gugatan yang dilakukan oleh Pemprov Sumut terhadap terbitnya Surat Perintah Penyelidikan (sprindik) Kejati Sumut. Pihak pemprov risau karena merasa perkara itu sengaja dicari-cari. (jpnn/rbc)

BAGIKAN
Just another simply photojournalist