Gudang di Kavling DPR, Gang Ambon, Kelurahan Nerogtog, diduga tempat memproduksi dan menyimpan gas.

TANGERANG Pemerintah Kecamatan Pinang melakukan inventarisasi lokasi gudang penyimpanan berbahaya seperti petasan dan gas di kompleks permukiman warga. Hasilnya, terdapat salah satu gudang yang diduga sebagai tempat memproduksi dan menyimpan gas di Kavling DPR, Gang Ambon, Kelurahan Nerogtog.

Kawasan Kavling DPR terletak di Kecamatan Cipondoh dan Pinang. Keduanya masuk dalam wilayah hukum Polsek Cipondoh. Kavling DPR awalnya diperuntukan bagi kompleks perumahan. Kini lokasi itu beralih fungsi menjadi kawasan pergudangan.

Camat Pinang M Agun Djumhendi Junus mengancam  menghentikan operasional gudang penyimpanan tabung gas di Kavling DPR, Gang Ambon.

Ancaman ini dikeluarkan lantaran operasional gudang tersebut membahayakan keselamatan warga. Apalagi gudang tersebut diduga dan ditengarai digunakan sebagai tempat pengoplosan gas. ”Akan saya tutup kalau warga keberatan. Apalagi sampai membahayakan keselamatan warga,” katanya, Minggu (12/11).

Agun tak ingin peristiwa ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10), kembali terulang dan terjadi di wilayahnya. ”Kalau memang mereka benar diduga sampai melakukan aktivitas ilegal seperti mengoplos gas, kan bisa membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.

Agun membenarkan, jika pemilik gudang tabung gas di Kavling DPR sebelumnya pernah melakukan aktivitas serupa di Perumahan Karangtengah Permai, Blok TP 1, Pondokrajeg, Kecamatan Karangtengah.

Saat beroperasi di Perumahan Karangtengah Permai, gudang penyimpanan tabung gas itu pernah meledak. Kasus ledakan ini diduga lantaran pemilik gudang melakukan aktivitas pengoplosan gas secara ilegal. Akhirnya operasional usahanya dipindahkan ke lokasi Kavling DPR Gang Ambon.

”Saya dengar juga dulu di tempat yang lama di Karangtengah pernah meledak. Ini harus diwaspadai,” ucap Agun.

Agun juga mengaku mendapat laporan dari lurah setempat soal keberadaan gudang penyimpanan gas tersebut. Ia bahkan merasa kesal pihak pengelola gudang mengklaim sudah mengantongi izin dari Kecamatan Pinang.

”Nama saya dicatut. Karena waktu Lurah Nerogtog melakukan inspeksi ke gudang, pengelolanya mengaku sudah dapat izin dari Pak Camat. Bagaimana saya kasih izin, saya saja enggak pernah tahu soal gudang itu,” ungkapnya.

Ia berjanji akan melakukan tindakan tegas bersama organisasi perangkat daerah terkait, yakni Satpol PP dan Dinas Perindustrian. ”Saat ini kami sedang mengkajinya. Minggu depan akan turun bersama OPD terkait,” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun, bisnis gas tersebut diduga dibekingi sejumlah oknum. Namun, pihak pengelola gudang penyimpanan tabung gas belum bersedia memberikan keterangan.

Warga Gang Ambon mengaku was-was dengan keberadaan gudang penyimpanan tabung gas di kawasan tersebut. Kewaspadaan mereka sangat wajar karena warga belum bisa melupakan kebakaran pabrik mercon di Kosambi melalui pemberitaan di media massa.

”Saya lihat sudah hampir satu bulan tempat tersebut beroperasi. Hampir setiap hari mobil pikap keluar masuk ke kawasan gudang di kapving DPR tersebut,” ujar salah seorang warga Gang Ambon yang menolak identitasnya dikorankan.

Warga setempat mendesak aparatur Kecamatan Pinang dan Pemkot Tangerang segera mengambil tindakan tegas terhadap pabrik atau gudang yang menyimpan dan memproduksi bahan berbahaya di wilayah Kavling DPR Gang Ambon. ”Terus terang, kami sangat khawatir kalau sampai meledak. Karena mengancam keselamatan bwarga di sini,” ujarnya. (mg-05/dai/RBG)