SERANG – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menggelar aksi di depan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Serang, Senin (20/4/2015). Aksi ini dipicu dugaan mahasiswa atas adanya oknum pegawai Kemenag yang melakukan pemotongan dana inpassing pada guru non-PNS bersertifikasi.

“Pemotongan gaji secara paksa terhadap guru merupakan salah satu tindakan kriminal, dari dana yang semestinya diterima guru Rp1,5 juta per bulan atau Rp4,5 juta per triwulan harus mendapatkan potongan Rp400 ribu hingga Rp600 Ribu setiap kali turun gaji,” ungkap Ketua Hamas Kota Serang Gilang Erdi Permana kepada wartawan.

Dikatakan Gilang, pungutan liar ini mencerminkan bobroknya kinerj Kemenag Kota Serang. Dana itu seharusnya tersalurkan tanpa pemotongan. “Jelas ini terjadi karena hilangnya moralitas serta citra kemenag kota Serang. Jika ini terus dibiarkan, maka oknum-oknum yang bermain akan semakin merajalela,” kata Gilang.

Gilang memaparkan, pihaknya menemukan beberapa kejadian pungli atau pemotongan dana untuk guru madrasah di Kecamatan Curug. “Kami menuntut agar Kemenag mengembalikan dana tersebut dan mengusir oknum pegawai yang melakukan pungli,” jelas Gilang.

Pantauan radarbanten.com di lokasi, aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan polisi mengamankan aksi ini. (Fauzan Dardiri)