SERANG – Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (Disdagperinkop) Kota Serang, Akhmad Benbela mengatakan, pihaknya tidak mampu menanggulangi kenaikan kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tempe dan tahu. Ini dikarenakan, kebijakan impor regulasinya oleh pemerintah pusat.

“Karena kebijakan impor itu dari pemerintah pusat, sehingga sulit diantisipasi oleh pemerintah di tingkat bawah. Pemerintah harus segera mencari solusi untuk memenuhi harga kacang kedelai dalam negeri,” kata Benbela, kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Jum’at (28/8/2015).

Bila hal ini terus dibiarkan, tambah Benbela, masyarakat akan selalu bergantu pada kedelai impor. Sementara kebijakan impor akan selalu dipengaruhi oleh harga Dollar Amerika. “Kalau tidak segera diatasi, maka fenomena kenaikan harga komoditi kedelai akan selalu terulang setiap tahunnya,” kata Benbela.

Benbela menambahkan, salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menstabilkan harga kacang kedelai, selain meningkatkan produksi dalam negeri, yakni dengan membuat gudang kedelai. “Kalau pemerintah menyiapkan gudang, maka harga kedelai dapat ditekan. Apabila di pasaran terjadi kenaikkan kedelai maka pemerintah daerah bisa menekan harga dengan mendistribusikan kedelai dari gudang,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha tempe memilih untuk mengurangi takaran kedelai sebagai bahan utama pembuatan tempe. Ini dikarenakan tingginya harga kedelai impor di pasaran, seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. (Fauzan Dardiri)