KEBIJAKAN pemerintah yang membatasi impor sapi pada kuartal ketiga tahun ini sebesar 50.000 ekor, rupanya ikut berimbas pada naiknya harga sapi potong untuk kebutuhan kurban pada Lebaran Idul Adha 1436 H mendatang. Pasokan sapi kurban yang sebagian berasal dari impor ini diperkirakan naik sebesar 30 persen.

“Daging sapi pasokannya akan berkurang untuk kurban tahun ini. Makanya akan diikuti dengan kenaikan harga sekitar 30 persen, selama ini impor sapi kebanyakan dari Australia, jadi ada penurunan pasokan karena impor yang dibatasi,” kata Mila, Manajer Mal Haji Doni, salah satu pusat penjualan sapi kurban di Kota Depok.

Mila menjelaskan, jika dihitung per kilogramnya (kg) untuk berat sapi hidup. Kenaikan harganya di pusat penjualan sapi sekitar Rp10 ribu/kg. “Kalau tahun lalu kita jual sapi hidup dihitung Rp50 ribu/kg, sekarang karena pasokan sedikit naik jadi Rp60 ribu/kg,” ujar Mila.

Sementara itu, soal harga sapi kurban di tempatnya, Mila mengatakan ada 4 golongan sapi dan tergantung berat serta kualitas sapi kurban. “Golongan middle beratnya 200-300 kg dengan harga Rp13-16 juta/ekor, kemudian kelas middle up dengan berat 300-400 kg dengan harga Rp17-30 juta/ekor, kelas premium dengan berat 400-800 kg dengan Rp31-50 juta/ekor. Terakhir kelas eksekutif beratnya sampai 1,7 ton, kualitas sapi terbaik yang harganya paling tinggi sebesar Rp400 juta/ekor,” terang Mila.

Meski ada kenaikan harga sapi kurban, nyatanya tidak berpengaruh pada antusiame masyarakat membeli hewan kurban. “Hingga sekarang saja sudah terjual 1.500 ekor dari 6.000 ekor yang kita sediakan di tahun ini. Puncak penjualan nanti di seminggu terakhir Lebaran,” tandasnya. (RB/rbc)