SERANG – Siang hari ini enam rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Serang akan membicarakan masalah pendidikan di Banten, dalam diskusi di Auditorium Surosowan Rumah Dunia.

“Kami melihat kondisi masyarakat di Banten saat ini masih memprihatinkan. Orangtua di kampung lebih bahagia jika anak-anaknya memilih bekerja di pabrik dibandingkan melanjutkan kuliah. Untuk itu penting kiranya para rektor di Banten membicarakan bagaimana nasib pendidikan perguruan tinggi di Banten hari ini dan esok,” ungkap Ahmad Wayang, Presiden Rumah Dunia, melalui rilis kepada radarbanten.com, Jumat (10/4/2015) malam.

Dikatakan Wayang, selama ini dunia pendidikan masih berjarak dengan masyarakat, terutama sekali pendidikan di perguruan tinggi. Hal itu dikarenakan pembiayaan perguruan tinggi yang terbilang mahal bagi masyarakat, sehingga orangtua terutama di kampung merasa ketakutan untuk memasukkan anaknya ke perguruan tinggi.

“Begitu tidak etisnya jika masyarakat masih ditakut-takuti dengan biaya yang mahal untuk masuk ke universitas. Begitu celakanya jika pendidikan di Banten hanya mementingkan ekonomi semata, sehingga hal ini penting untuk mengundang para rektor perguruan tinggi yang ada di Kota Serang untuk mendiskusikannya,”jelasnya.

Wayang menjelaskan, di Banten saat ini sangat dibutuhkan generasi penerus yang kuat dan cerdas, hal itu tidak akan terjadi jika kampus memposisikan diri di menara gading.

Acara, yang akan laksanakan pada pukul 13.30 ini, rencananya akan dihadiri oleh Rektor Untirta Sholeh Hidayat, Rektor IAIN SMH Banten Fauzul Iman, Rektor UNBAJA Herman Haeruman, Rektor Unsera Hamdan, Ketua STIE Bina Bangsa Furtasan Ali Yusuf, dan Ketua STIE Banten Taufik, dengan moderator Boyke Pribadi. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN