Fitron mendapatkan hadiah sebilah golok dari warga Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang saat reses hari ini, Selasa (14/3)

PANDEGLANG – Hari pertama menggelar reses, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan dihadiahi sebilah golok oleh warga Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa (14/3).

Selain menyerap aspirasi, Fitron jadikan reses untuk mendata rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pandeglang. Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Banten ini ingin rumah yang rawan ambruk mendapat sentuhan dari pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Ada belasan RTLH di Desa Cikentrung yang terdata, dan nanti akan diverifikasi Dinas Sosial. Jika memenuhi syarat, tentu akan dibantu,” ujarnya.

Muamar Khadafi, tokoh pemuda Desa Cikentrung mengatakan, di 11 desa yang masuk Kecamatan Cadasari masih banyak rumah tidak layak huni dan perlu dibantu pemerintah. “Kami meminta Pak Fitron untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah, agar memperbaiki RTLH di Desa Cikentrung,” ujarnya.

Ia yakin, dengan posisi Fitron sebagai Ketua Komisi V DPRD Banten, akan mudah merealiasikan aspirasi warga. “Kita juga doakan, mudah-mudahan, Pak Fitron setiap menjalankan aktivitas selalu mendapatkan hidayah. Bisa terus menampung dan merealisasikan aspirasi warga,” ujarnya.

Masduki, tokoh masyarakat Desa Cikentrung mengaku, selama ini berangapan bahwa tidak ada anggota Dewan baik tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten yang mau bersatu dengan rakyatnya. “Kalau menang aja gak mau kenal, apalagi yang kalah. Saya tidak memandang partai apa pun, jika membawa aspirasi desa ini, saya akan membela,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Uki ini mengapresiasi Fitron yang turun menyerap aspirasi masyarakat. “Saya angkat jempol, dan wajib kita pilih kembali,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi Uki tersebut, Fitron mengucapkan terima kasih, tetapi ia menegaskan, kunjungannya ke masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi, bukan kampanye. Usai melakukan reses, Fitron secara khusus diberi cinderamata golok hasil kerajinan warga di Desa Cikentrung. (Bayu)