Salah seorang anggota Bintaro Aeromodelling Community sedang merakit sebuah drone di Pameran HUT Tangsel beberapa waktu. Di hadapannya juga terlihat berbagai macam drone yang dirakit sendiri.

Anggota komunitas ini punya kesukaan yang sama. Mereka sama-sama suka dunia penerbangan. Nama komunitas ini Bintaro Aeromodelling Community (BAC). Berbagai aktivitas dunia penerbangan dilakukan. Salah satunya merakit drone.

Aneka jenis dan ukuran drone berjejer rapi di booth BAC. Banyak pengunjung yang penasaran. Sebab, aneka macam tulang drone sampai aeromodelling pesawat sebesar dua meter dipajang apik. Tak hanya dipajang, beberapa drone ini sengaja dimainkan untuk memperlihatkan kemampuannya.

Ukurannya bermacam-macam. Ada yang besarnya seperti kursi, dan tak banyak juga yang ukurannya hanya sebesar telapak anak kecil. Tapi jangan sangka, meskipun kecil drone tersebut dirangkai dengan beberapa alat yang membuatnya tahan dengan tiupan angin.

Juga ada drone yang kecepatannya seperti serangga lalat sehingga tidak perlu mengambil banyak waktu untuk memotret dari ketinggian puluhan meter.

Ketua BAC Sudono Raharjo mengatakan, sebelum adanya BAC, hobinya hanya disalurkan sendiri. Lalu diterbangkan di lapangan dekat rumah. Karena banyak yang melihat, informasi ini terus menyebar sehingga, satu per satu penyuka aeromodelling datang. Mereka mengaku juga menyukai olahraga ini.

”Aeromodelling kan banyak. Salah satunya drone. Nah ini juga kita kembangkan, drone yang kita perlihatkan adalah hasil rakitan sendiri. Makanya bentuknya lain-lain karena memang suka-suka kita yang buat. Ada yang kecil, ada yang bentuknya bulat, kotak, pesawat, dan banyak lainnya,” kata Sudono.

Beragamnya drone dan aeromodelling lainnya yang mereka rangkai tentu memiliki harga berbeda, bergantung dengan mahalnya mesin yang dirakit.

”Karena ini hobi yang bebas, ada yang murah ada yang mahal. Ada yang cepat ada yang lamban, ada yang besar ada yang kecil. Kalau harga sendiri ya tergantung dengan mesinnya. Kita punya yang harga mesin jet nya saja Rp75 juta,” ujar Sudono.

Dia mencontohkan salah satu drone di hadapannya. Menurutnya, barang itu terlihat biasa saja. Namun kecepatan terbang sampai pengambilan gambar 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan drone lainnya. Hal tersebut terjadi karena di dalamnya ada mesin jet super cepat.

Selain itu lelaki berkacamata itu mengatakan, saat ini hobinya itu mendatangkan rezeki kepadanya. Selepas berhenti bekerja, dirinya disibukkan di studio pembuatan aeromodelling di Rumahnya, Bintaro, Pondokaren.

”Sekarang banyak pesanan, entah itu mesin, rangkaian atau body untuk aeromodelling-nya. Saya punya studionya di rumah. Dan bersyukur, karena hobi semua karya saya sudah pernah dijual sampai ke Singapura, Malaysia dan Belanda,” ujar Sudono.

Saat ini klub yang memiliki markas di Bintaro ini, memiliki jumlah anggota sebanyak 25 orang. Dengan aktivitas bermain setiap Minggu pagi di BAC Flying Field di Bintaro, Sektor 7 dekat dengan ICT Indika Energi.

”Kalau ada yang suka dengan dunia aeromodelling bisa bergabung dengan mengunjungi camp kami yang sudah disebutkan tadi,” pungkasnya. (Annisa LF/RBG)

BAGIKAN