CILEGON – Tb Iman Ariyadi mengklaim koalisi Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon yang terbangun sejak 2010 lalu dan menghantarkannya sebagai Walikota Cilegon hingga kini masih solid. Terkait dengan banyaknya kritikan pedas dari fraksi dan kader PKS di parlemen yang menghujani kinerja pemerintahan selama ia pimpin, Iman menganggapnya sebagai dinamika dalam sebuah pembangunan.

“Koalisi bukan berarti ketika ada kekurangan lalu diam. Kritikan adalah sebuah hal yang positif, selama itu bersifat konstruktif, tentu akan menjadi bagian dari energi pembangunan. Dan mengingatkan kekurangan dari seorang kepala daerah itu juga adalah hal yang positif,” ujar Iman usai menjalani tahapan wawancara penjaringan bakal calon yang diusung PKS, di kantor DPD PKS Kota Cilegon, Senin (13/4/2015).

Selama memimpin Pemerintahan, kata dia, PKS sudah berada pada posisi sebagai partai yang turut mendukung terlaksananya program pembangunan. “Koalisi itu kan adalah transaksi pemikiran dan gagasan menyangkut pembangunan. Dan PKS sudah memberikan warna dalam pembangunan di Cilegon. Kalau dirasa masih ada kekurangan (dalam koalisi selama ini-red), saya kita hanya persoalan komunikasi saja, nanti akan kita tingkatkan secara intensif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKS Banten Miftahudin mengatakan, sebagai salah satu partai pendukung Tb Iman Ariyadi pada periode sebelumnya, pihaknya akan mengkaji program Iman kedepan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan koalisi tersebut. “Ketika di periode kedua ini, kita ingin mengetahui peningkatan apa yang akan dilakukan, barangkali bila visi dan misinya sama, mungkin kita bisa bersama lagi. Walaupun kita berkoalisi, ketika ada yang perlu kita sampaikan, kita sampaikan. Insya Allah, kritikan kita selama ini tidak ada motif apapun, dan kita selalu bersinergi terus,” katanya. (Devi Krisna)