SERANG – Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Banten Ramli mengatakan, pihaknya tengah fokus mengawasi keberadaan tenaga kerja asing di Bayah (Kabupaten Lebak) dan Kota Cilegon.

“Karena tenaga kerja yang berada Bayah dan Cilegon itu di bawah pengawasan Dirjen Imigrasi, dan kami membentuka TIPORA (Tim Pengawasan Orang Asing) di tiap-tiap wilayah,” kata Ramli kepada wartawan, di Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Rabu (19/8/2015).

Ramli mengungkapkan, dari hasil pantauan pihaknya, di Provinsi Banten tidak kurang dari 8 ribu orang warga negara asing (WNA). Dari jumlah tersebut 4 ribu diantarnya sebaga tenaga kerja. “Saya tidak bisa menyampaikan data pastinya, karena memang kondisinya fluktuasi. Tetapi memang 4 ribu sisanya sebagian besar merupakan keluarga tenaga kerja yang ikut bersama tinggal di Banten,” kata Ramli.

Ramli menambahkan, menyangkut pengawasan warga asing, masyarakat juga punya kewajiban untuk melakukan pengawasan secara bersama-sama. “Apakah keberadaan orang asing itu sesuai dengan aturan atau enggak, kan bisa dilakukan bersama. Karena kalau misalkan orang asli Indonesia melindungi, maka terkena pelanggaran juga,” paparnya.

Untuk mengantisipasi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Ramli mengajak masyarakat untuk senantiasa siap dan mewaspadai, persaingan perdagangan dengan produk-produk asing. Sehingga masyarakat asli tidak tersisih. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN