SERANG – Korban meninggal akibat kecelakaan kendaraan bak terbuka di Jalan Raya Petir, Desa Cicongkok, Kecamatan Petir Kabupaten Serang bertambah.

Kemarin satu lagi korban luka berat, Umen Umeiti (32), warga Desa Panunggulan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Jumlah korban meninggal dunia sebanyak enam orang.

Sebelumnya, Umen sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Namun karena keterbatasan biaya, Umen meminta kepada pihak keluarga untuk pulang ke rumah.

“Sempat kritis, kemarin sekitar pukul 10.00 WIB akhirnya meninggal dunia. Lukanya emang parah, kaki sama tangan patah. Padahal udah sempat dirawat sehari di rumah sakit. Tapi karena engga punya biaya, keluarga mutusin buat pulang untuk dirawat di rumah aja,” kata Kepala Desa Panunggulan Apud Supeni, Kamis (3/9/2015).

Selain dirawat di RS Daerah Provinsi Banten, Umen sempat juga dibawa ke tempat pengobatan tradisonal. Namun karena luka dalam yang parah, Umen akhirnya meninggal dunia dan langsung dikebumikan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum di Desa Panunggalan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.

Korban meninggalkan kedua anaknya yang masih kecil dan juga menjadi korban kecelakaan tunggal tersebut. “Anaknya juga sama luka-luka, tapi alhamdulilah enggak parah. Hanya trauma aja. Waktu pulang dari rumah sakit, anaknya bilang kalau bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut,” ujarnya.

Sebelumnya, akibat kecelakaan mobil pikap Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi B 9613 NAH ini lima orang tewas, tiga orang tewas di lokasi, dua orang tewas saat perjalanan menuju rumah sakit, kelima korban tersebut yakni Imah (13), Hani (45), Saadah (60) Arifin (9) dan Reza (6). (Wahyudin)

BAGIKAN