: Sejumlah calon jemaah umroh saat mendatangi Mapolres Cilegon, Kamis (21/1/2016) malam lalu

CILEGON – Mapolres Cilegon akhirnya melepaskan Novi Budipurwanti (24), Direktur Utama PT Ghazya Indonesia, sebuah perusahaan travel umroh, yang dilaporkan oleh ratusan calon jemaahnya lantaran diduga telah melakukan penipuan.

Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, pihaknya belum dapat menetapkan status tersangka pada Novi, lantaran adanya surat perjanjian antara perwakilan calon jemaah dan terlapor. “Penyidik belum cukup untuk menetapkan terlapor menjadi tersangka. Karena ada surat perjanjiannya. (isi surat perjanjian) Calon jemaah akan diberangkatkan pada tanggal 25 (Januari), kalau tidak berangkat maka satu bulan kemudian uangnya (calon jemaah) dikembalikan,” ujar Kapolres melalui sambungan telepon, Sabtu (23/1/2016).

Novi dilepaskan setelah menjalani sempat pemeriksaan di Unit III Satreskrim Polres Cilegon. “Jadi kalau nanti sampai uang dikembalikan, iya (proses hukum gugur),” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pelaporan Novi Budipurwanti ke Mapolres Cilegon menyusul tidak adanya realisasi keberangkatan ratusan calon jemaah umroh, dari jadwal yang semula ditetapkan yakni 26 Desember tahun lalu. Bahkan hingga saat ini, visa maupun tiket keberangkatan pun belum dipegang sama sekali oleh calon jemaah. Kekesalan calon jemaah memuncak, setelah pihak PT Ghazya Indonesia tidak mampu memberikan alasan yang jelas terkait dengan persoalan tersebut. (Devi Krisna)