SERANG – Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Bangsa membantah bahwa pihaknya menutup jalan tanah wakaf milik warga RT 04/RW 03 Lingkungan Pakupatan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang.

Ketua STIE Bina Bangsa Furtasan Ali Yusuf kepada wartawan, Jum’at (21/8/2015) mengatakan, pihaknya menutup jalan tersebut karena sesuai dengan surat-surat yang ada.

“Saya ini pembeli terakhir dari tanah itu, dan saya ada dasarnya (surat tanah-red). Saya membelinya. Atas dasar itulah saya melakukan pembangunan,” kata Furtasan.

Furtasan menjelaskan bahwa yang menjadi tuntutan warga tidak sesuai dengan aturan dan hanya berdasarkan pengakuan warga yang berdasarkan surat yang dikasih materai, ukurannya pun tidak jelas.

“Persoalan wakaf, itu kan harus dijelaskan, di saya ada suratnya, bila perlu bisa dilihat,” kata Furtasan sambil menjelaskan sore hari ini akan dilakukan mediasi dengan pihak pemerintahan.

Lebih lanjut, Furtasan mengaku, sebagai pengganti jalan akan ditutup, pihaknya sudah memberikan jalan yang lebarnya mencapai 3 meter dan sudah di paving block dengan menghabiskan anggaran Rp200 juta. “Kalau soal jalan saya sudah siapkan sepanjang 3 meter, itu tanggung jawab saya. Kalau mintanya 6 meter kan ini bukan jalan tol,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, tidak terima jalannya ditutup untuk pembangunan Kampus STIE Bina Bangsa, puluhan warga RT 04/RW 03 Lingkungan Pakupatan, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang tidak terima dan adu mulut dengan pengelola kampus, Kamis (20/8/2015) malam. (Fauzan Dardiri)
BAGIKAN